<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892</id><updated>2011-09-01T21:08:54.013+08:00</updated><category term='religion'/><category term='Healthty'/><category term='Artikel'/><category term='My Life'/><category term='Worships'/><category term='Finance'/><category term='My Opinion'/><title type='text'>thio-sunaryo</title><subtitle type='html'>This Blog will narrate who is who of thio sunaryo, a human being which love to take the air and his work as tax accounting ( it is of course after family he.. he.. he..) as well as wishing to have many friend</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-842716425429888950</id><published>2007-02-28T16:11:00.000+08:00</published><updated>2007-02-28T16:32:00.964+08:00</updated><title type='text'>Tawuran</title><content type='html'>&lt;table style="border-collapse: collapse;color:#111111;" border="0" border cellpadding="3" cellspacing="3" width="504"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" bg width="504" style="color:#b9dcff;"&gt;&lt;p align="center"&gt;             &lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:6;color:#0000bb;"&gt;Tawuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:6;color:#0000bb;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;            &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#0000bb;"&gt;Bacaan : Lukas 12 :              54 - 59&lt;br /&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#3333cc;"&gt;&lt;b&gt;Bahan:&lt;/b&gt;             &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kliping koran berita tawuran dalam konteks yang              berbeda-beda.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;                 &lt;td valign="middle" width="187"&gt;                    &lt;p align="center"&gt;                   &lt;img src="http://www.sahabatsurgawi.net/dremaja/images/derap_januari_minggu405.jpg" border="0" height="253" width="200" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td valign="top" width="317"&gt;                    &lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tujuan:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                  Agar remaja memahami bahwa tawuran adalah ekspres hidup yang                    berpikir dangkal dan sempit.&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;u&gt;Pengamatan:&lt;/u&gt; Diskusi                    kelompok tentang tawuran (15 menit)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                  1. Bagilah remaja dalam beberapa kelompok kecil.&lt;br /&gt;                  2. Masing-masing kelompok diberi potongan koran yang memuat                    berita tawuran.&lt;br /&gt;                  3. Minta mereka membuat komentar atas berita tawuran tsb:&lt;br /&gt;                  Mengapa mereka terjebak dalam tawuran?&lt;br /&gt;                  Jika remaja ada di antara mereka atau dimintai nasehat, apa                    yang akan mereka lakukan atau nasehatkan agar terhindar dari                    tawuran?&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;                 &lt;td colspan="2" width="504"&gt;                  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sekilas&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                Tawuran, seperti akhir-akhir ini kita saksikan dalam berbagai                  peristiwa yang terjadi; baik yang terjadi antara desa yang satu                  ,dengan desa yang lain, antara siswa-siswi sebuah sekolah dengan                  siswa-siswi sebuah sekolah lainnya; telah menjadi tragedi sosial                  tersendiri di dalam masyarakat kita. Tawuran dalam arti tertentu                  memang selalu berkonotasi perkelahian antar pelajar suatu                  sekolah dengan pelajar sekolah lainnya, sehingga kesannya selalu                  bermakna sekolahan. Memang ada tawuran jenis lain, yang sering                  terjadi misalnya antara TNI dengan Polisi di suatu daerah,                  tetapi perkelahian ini, agaknya tidak dapat dikatakan lagi                  sebagai tawuran.&lt;br /&gt;                Dalam istilah tawuran ada paling tidak dua dimensi yang                  menentukan maknanya, &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;; dimensi bahwa itu terjadi                  di antara anak-anak muda, atau seperti disebutkan di atas,                  anak-anak sekolah. Artinya, orang-orang yang terlibat di                  dalamnya adalah anak-anak, remaja-pemuda, yang masih belum bisa                  berpikir panjang mengenai bagai mana sebaiknya perjalanan hidup                  di dunia ini. Kedua, dalam tawuran ada dimensi solidaritas                  sempit, dimana orang-orang di dalam aksi ini tidak semua                  memahami apa sebenarnya yang terjadi, yang jelas mereka tahu dan                  mendengar bahwa mereka harus menyerang sekolah tertentu atau                  kawasan tertentu. Ketika kawan-kawannya lempar batu ia juga                  lempar batu, ketika kawan-kawannya lari mengejar atau lari                  mundur, ia juga ikut lari. Artinya, dalam tawuran dimensi tidak                  tahu apa sesungguhnya yang terjadi dan mengapa harus terjadi                  demikian sangat besar. Ciri kedua inilah yang mem buat                  perkelahian antar TNI dan POLRI misalnya, sulit disebutkan                  tawuran, bahkan demikian juga perkelahian antar desa yang satu                  dengan desa lainnya, yang nota bene dilakukan oleh orang-orang                  yang sudah dewasa dan tahu persis alasan-alasan mengapa mereka                  harus menyerang!&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tawuran: Wujud Pikiran Dangkal                  dan Sempit&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                Dengan definisi seperti di atas, sebenarnya kelihatan kepada                  kita bahwa tawuran itu dilakukan oleh anak-anak yang masih                  berpikiran dangkal dan sempit; dimana apa yang mereka lakukan                  hanya mengikuti solidaritas sempit saja dan tidak dipikirkan                  dengan baik soal akibat-akibat yang mungkin terjadi atas diri                  mereka. Karena itu, terjadinya tawuran antar anak-anak sekolahan                  hanyalah gambaran real tentang dang kalnya cara berpikir dan                  beranalisa yang dimiliki oleh anak-anak sekolahan.&lt;br /&gt;                Walaupun demikian, akibat-akibat yang dihasilkan oleh tawuran                  tidak ringan dan gampang; bahkan dapat dikatakan seringkali                  sangat mengerikan, bukan hanya kerusakan gedung, mobil, dan                  berbagai fasilitas umum dan pribadi lainnya, tetapi juga                  luka-luka dan cacat tubuh anak-anak yang terlibat di dalamnya,                  bahkan orang-orang yang ada disekitar tawuran juga ikut getahnya.                  Lebih lagi, tidak sedikit nyawa yang ikut hilang dan melayang                  sia-sia dalam tawuran-tawuran yang sebenarnya tidak jelas sebab                  dan alasan-alasannya.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Menilai Zaman: Mengambil Sikap&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                Tawuran mencerminkan kedangkalan kemanusiaan kita. Tawuran                  mencerminkan bagaimana rendahnya kesadaran moral dan kesadaran                  etik di dalam proses bermasyarakat dan berbangsa. Dalam konteks                  inilah panggilan pemuda-pemudi Kristen untuk menilai dan                  mengevaluasi zaman menjadi penting. Dalam menghadapi kondisi dan                  fakta-fakta tawuran yang ada di sekitar, haruskah pemuda-pemudi                  Kristen juga ikut-ikutan di dalamnya?&lt;br /&gt;                Yesus mengatakan: &lt;i&gt;"Hai orang munafik, rupanya bumi dan langit                  kamu tahu menilai nya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman                  ini?”&lt;/i&gt; (Lukas 12:56).&lt;br /&gt;                Dalam teks itu, Yesus menginginkan orang-orang yang saat itu                  sedang mendengarkan nya agar menilai zaman mereka sendiri,                  sejauh manakah zaman itu masih dapat dikatakan zaman yang baik,                  sejauh manakah zaman itu masih mencerminkan tatanan moral dan                  etik yang dibutuhkan untuk kehidupan bersama yang lebih baik.                  Sayang sekali, Yesus menemukan orang-orang itu justru tidak mau                  kritis dengan zaman mereka sendiri, mereka terbawa arus dan                  tenggelam bersama dengan arus zaman, sehingga mereka tidak mampu                  lagi menemukan dan membedakan mana kehendak Allah dan mana                  kehendak iblis dalam proses kehidupan mereka bermasyarakat dan                  bersosial.&lt;br /&gt;                Hal ini jugalah yang menjadi tantangan bagi remaja-muda Kristen                  dalam menghadapi tradisi dan atau kebiasaan tawuran dan amuk                  massa yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita                  sekarang ini. Sikap tegas yang tidak kompromi terhadap berbagai                  solidaritas sempit dan pemikiran dangkal; yang berakar dari                  semangat primordialisme, harus ditentang dan dibendung apapun                  alasan dan demi apapun tujuan yang ingin dicapai. Di dalam                  Kristus, tidak ada lagi Yahudi atau Yunani, tidak ada lagi hamba                  atau tuan, dan juga laki-laki atau perempuan, (Galatia 3:28).                  Artinya, kaum muda dan remaja Kristen, tidak selayaknya                  mengikatkan diri dengan semangat tawuran dan amuk massa yang                  jelas-jelas merupakan wujud dari solidaritas sempit dan bengis,                  yang menghancurkan kemanusiaan kita.&lt;br /&gt;                Barangkali tawuran memang menjadi trend, sampai para aparat                  negara pun tidak malu-malu saling tawuran. Tetapi pertanyaan                  yang harus diajukan oleh remaja adalah: apakah trend dan                  tanda-tanda zaman itu sesuai dengan iman kristiani kita?                  Memanusiakan dan memerdekakan kita? Atau justru sebaliknya,                  membinatangkan kita, dan menjebak kita pada ikatan-ikatan                  solidaritas palsu yang sempit?&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Solidaritas Kaum Miskin Vs                  Solidaritas Tawuran&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                Akhirnya, bacaan kita mengajak kita untuk mempertentangkan                  solidaritas sempit yang muncul dalam tawuran dengan solidaritas                  Kristen yang sesungguhnya, yaitu solidari tas kepada mereka yang                  miskin dan hina. Injil Kerajaan Allah yang dibawa oleh Yesus itu,                  justru jelas-jelas memihak dan bersolider dengan mereka yang                  papa, miskin, lemah, dan tidak berdaya; di area inilah                  solidaritas remaja dan kaum muda Kristen justru diuji dan                  dipanggil.&lt;br /&gt;                Solidaritas tawuran sama sekali tidak mengandung unsur dan nilai                  etik apapun, kecuali bahwa dalam tawuran itu, instik bengis dan                  brutal kemanusiaan kita tertumpah kan dan tersalurkan! Di mana                  pada saat itu, tidak ada lagi bedanya manusia dengan binatang!&lt;br /&gt;                Sementara itu solidaritas kepada mereka yang miskin, papa, lemah,                  dan tak berdaya, sebaliknya merupakan perwujudan iman percaya                  dan iman sejati kaum muda dan remaja. Di situlah nampak bahwa                  manusia memang jauh lebih baik dari binatang yang sekedar hanya                  mengikuti instinknya, tanpa bisa mempertimbangkan faktor-faktor                  etis dan moral yang menjadi landasan sikap dalam segala sesuatu                  yang ingin diperbuat.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penegasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                Tawuran memang begitu menggoda bagi remaja. Karena di sana                  remaja bisa unjuk dan pamer kekuatan dan kemudian memaafkan diri                  sendiri atas nama "solidaritas kelompok". Di sini remaja Kristen                  justru ditantang untuk mentransformasikan solidari tas palsu dan                  sempit itu agar menjadi solidaritas yang sesungguhnya, yaitu                  kepada mereka yang lemah, miskin dan hina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-842716425429888950?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/842716425429888950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=842716425429888950&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/842716425429888950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/842716425429888950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/02/tawuran.html' title='Tawuran'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-7783270267586057176</id><published>2007-02-06T11:42:00.000+08:00</published><updated>2007-02-06T11:45:23.406+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bangun Dunia Hidup Baru Yang Positif</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Seorang kawan saya mengeluh, dia mengalami kebosanan dalam kehidupannya. Gairah hidupnya seakan menurun tajam, semangat juangnya hampir habis. Dia merasa lelah sudah berjuang keras dalam hidupnya, namun belum mencapai keberhasilan yang diinginkannya. Hidupnya merasa gagal, frustasi, kecewa, stress bercampur menjadi satu. Dunia seakan runtuh baginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;  Pernahkah Anda mengalami hal yang sama ? Marilah kita lihat realita kehidupan. Setiap orang pernah merasakan suatu kekecewaan, kegagalan dan frustrasi dalam hidupnya. Bahkan kadang semuanya bisa datang sekaligus menimpa seseorang. Kalau sudah demikian, kita merasa dunia seakan runtuh. Hidup menjadi terasa berat dan seperti memikul beban tinggi. Biasanya banyak orang kemudian melihat segala sesuatunya dari sisi negatif. Segala sesuatunya terlihat berantakan dan sangat mengesalkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Bagaimana untuk bangkit kembali ?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Bagaimana caranya membangkitkan spirit kita yang sudah turun ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;1. Lakukan Hal Positif Untuk Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Marilah sekarang kita mencoba melihat sesuatu dari sisi lain, yakni dari sisi yang positif. Lakukanlah sesuatu hal kecil-kecil dulu yang positif. Yang terpenting bertindaklah. Lakukan sesuatu yang positif bagi diri Anda dulu. Walau itu mungkin hanya merapikan file-file tua dari komputer Anda, merapikan file-file buku-buku Anda, menata kembali ruang kerja Anda, merapikan kembali tata ruang rumah Anda, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);" id="lw_1170733068_0"&gt;Kita&lt;/span&gt; adalah penguasa hidup kita sendiri. Lakukan tindakan untuk diri sendiri yang positif. Dengan melakukan tindakan positif untuk diri sendiri akan dapat mengubah sikap hidup Anda secara ajaib. Anda akan merasa terfokus pada hal-hal positif sehingga melupakan hal yang negatif. Hari-hari Anda akan berubah lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;2. Lakukan Hal Positif Untuk Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Mulailah melakukan sesuatu untuk orang lain. Meskipun kecil, lakukan hal positif untuk orang lain. Pikirkan sejenak, apa yang dapat Anda kerjakan untuk orang lain. Kemudian bertindaklah. Misalnya menolong orang lain, melayani orang lain, memikirkan orang lain, dll. Bentuknya bsia bermacam-macam mulai dari yang bisa Anda lakukan dulu, rasakan sebuah kebahagiaan ketika Anda membantu orang lain. Rasakan kepuasan ketika Anda dapat meringankan beban orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Ingatlah bahwa hidup kita tidak untuk diri sendiri. Hidup untuk memikirkan orang lain juga. Demikian juga orang lain tercipta juga untuk memperbaiki hidup kita. Memikirkan orang lain, sebenarnya juga memikirkan diri sendiri. Memikirkan orang yang kesusahan, membantu orang yang kesulitan, sama halnya dengan membantu diri sendiri. Sekarang giliran Andalah memperbaiki hidup melalui orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;3. Hitunglah Hal Positif Dalam Hidup Anda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Pikirkan bahwa Anda memiliki kedua mata yang indah untuk menatap dunia, kedua kaki yang kuat untuk menopang tubuh Anda, kedua tangan yang kuat untuk menggenggam kehidupan dunia dan kelengkapan panca indra yang sempurna. Pikirkanlah, keluarga yang sangat mencintai Anda, suami atau istri yang mencintai Anda, anak-anak yang sehat dan cerdas yang menunggu kedatangan. Anda, sahabat-sahabat yang setia mendukung Anda, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Banyak hal positif dan baik dalam hidup anda, dan seringkali anda lupa bersyukur. Hargai dan bersyukurlah atas semua hal-hal baik dan positif yang sudah Anda terima. Bersyukurlah ata apa yang Anda terima, seperti tempat tinggal yang nyaman, kesehatan anda, keluarga anda, pengalaman hidup anda, teman-teman yang mendukung anda, atas ketrampilan anda, pengetahuan anda, dan hidup yang anda miliki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;4. Bangun Dunia Hidup Baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Bayangkan kehidupan yang hampa dengan tidak memiliki ide baru dan hanya pasrah dengan keadaan kehidupan sekarang. Kegagalan, kekecewaan dalam kehidupan adalah hal yang manusiawi. Namun pasrah dengan semua itu akan mematikan spirit Anda untuk tumbuh menjadi lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Setiap orang harus berani melakukan hal-hal yang memotivasi dirinya dan yang memberi ilham. Temukan tantangan baru. Arahkan kembali energi negatif dan rasa frustrasi anda pada sesuatu yang dapat menantang anda untuk berbuat lebih baik. Dari pada menghabiskan energi untuk hal-hal negatif dan merugikan, alihkan energi Anda untuk suatu tantangan hidup bagi dunia baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma; color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;Semoga Anda terinspirasi dan termotivasi hari ini!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:130%;color:green;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: green; font-weight: bold;"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://beranigagal.blogspot.com/" title="http://beranigagal.blogspot.com/"&gt;&lt;span title="http://beranigagal.blogspot.com/"  style="color:green;"&gt;&lt;span title="http://beranigagal.blogspot.com/"&gt;&lt;span title="http://beranigagal.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;http://beranigagal.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-7783270267586057176?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/7783270267586057176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=7783270267586057176&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/7783270267586057176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/7783270267586057176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/02/bangun-dunia-hidup-baru-yang-positif.html' title='Bangun Dunia Hidup Baru Yang Positif'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-9000005085302630943</id><published>2007-01-31T15:31:00.000+08:00</published><updated>2007-01-31T15:39:50.377+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Opinion'/><title type='text'>SUKSES = MIMPI + DOA + PERENCANAAN + AKTIVITAS</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak pakar motivasi membangun semangat para audien dalam membangun sebuah kesuksesan dengan mengajak mereka untuk bermimpi, memang dengan bermimpi kita telah menetapkan arah dan tujuan dari hidup kita, apa yang akan kita capai. &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam bermimpi haruslah kita jabarkan dengan jelas, agar kita terfokus dengan arah tujuan kita. Jika penjabaran mimpi kita tidak jelas/ kabur maka aktivitas kita tidaklah jelas juga, sehingga banyak aktivitas yang gagal (dalam asumsi kita), padahal tidak, kita menganggap aktivitas itu gagal hanya karena tidak sesuai dengan mimpi kita. Hal ini mengakibatkan banyak terbuangnya waktu dan tenaga serta biaya, yang akan mengakibatkan kita patah semangat dan stres yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sedikit contah dalam penjabaran mimpi mengenai mobil, apakah kita ingin menaiki mobil pribadi, memiliki mobil pribadi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau mengendarai mobil pribadi karena ketiga hal tersebut satu sama lain berbeda dalam pengertian dan aktivitas dalam menggapainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menaiki mobil pribadi (menikmati ac-nya, jok kulitnya) belumlah tentu memiliki mobil tersebut atau mengendarainya, memiliki mobil pribadi sudah pasti akan sering maniki mobil tetapi belum tentu kita yang mengendarainya, ketiga penjabaran mimpi kita mengenai mobil tersebut ada baiknya jangan disatukan karena akan mengakibatkan tidak terfokusnya aktivitas kita tetapi dapat diurutkan prioritasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam penentuan mimpi haruslah kita membedakan antara mimpi dan hayalan, karena (menurut saya lagi) hal itu adalah dua pemahaman yang berbeda, yang membedakan hal tersebut adalah dalam bermimpi kita mempunyai keterbatasan sedangkan hayalan tidak. Mimpi haruslah ada di sekitar kita setidaknya dalam jangkauan kita, tujuannya adalah agar kita dapat menumbuhkan harapan dalam mencapainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahapan kedua dalam pencapaian sukses adalah doa, Tuhan Yesus pernah berjanaji dalam kitab &lt;i style=""&gt;Yohanes 15:7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayat mas inilah yang selalu saya jadikan pedoman dalam setiap aktivitas saya dan saya harap juga bisa digunakan oleh remaja sekalian., ada ayat lain yang dapat juga meyakinkan kita dalam hal berdoa “ketuklah maka pintu akan dibukakan, mintalah maka akan diberikan”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Permasalahan yang sering terjadi dalam hal doa ini adalah, kita telah sering dan banyak berdoa, kita telah berdoa pagi, siang, sore bahkan malam tapi tidak terjawab atau belum terjawab. Hal inilah yang sering melemahkan kita dalam bertindak, kita lemah karena merasa sia-sia, seolah-olah kita merasakan Tuhan jahat atau tidak adil terhadap kita, ini adalah paradigma atau pemahaman yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tuhan Yesus juga pernah memberikan penguatan iman kita dalam berdoa yaitu pada kitab &lt;i style=""&gt;Lukas &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;11:11 Di antara kalian apakah ada ayah yang memberikan ular kepada anakmu, kalau ia minta ikan? &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;11:12 &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atau memberikan kalajengking, kalau ia minta telur? 11:13 Walaupun kalian jahat, kalian tahu juga memberikan yang baik kepada anakmu. Apalagi Bapa di surga! Ia akan memberikan Roh-Nya kepada mereka yang meminta kepada-Nya!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayat di atas semakin menguatkan dan meyakinkan kita, bahwa Bapa di surga selalu memdengar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan membalas setiap doa-doa kita, tapi mengapa sampai sekarang belum terealisir ?. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya dosa, dosa akan mejadi penghalang doa-doa kita kepada Bapa, oleh sebab itu mintalah ampun dan bertobat agar doa-doa kita terjawab dengan segera. Hal lain selanjutnya yang juga diperkirakan dapat menghambat tercapainya cita – cita dan mimpi kita belum saatnya kita menggapai mimpi atau cita-cita tersebut, ialah Bapa di surga menganggap kita belum layak untuk mendapatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Misalkan si A menyukai olah raga balap motor dan ia menginkan sebuah sepeda motor, tapi oleh Bapa belum di jawab doanya, Bukannya Tuhan tidak sayang dengan si A, justru sebaliknya, sebab jika langsung dikabulkan mungkin saja si A akan selalu memacu sepeda motornya yang mungkin akan mengakibatkan kecelakaan. Dan Bapa akan segera menjawab doanya jika ia sudah mampu mengontrol emosinya dalam mengendarai sepeda motor. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Langkah selanjutnya dalam pencapaian sukses kita adalah perencanaan, mengapa saya memasukan kegiatan perencanaan dalam misi kita untuk meraih sukses ?, karena dalam perencanaan akan memuat langkah – langkah yang akan kita muat agar kita terfokus dalam pencapaian kesuksesan/ mimpi kita,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langkah – langkah/ prosedur tersebut dibuat agar kita tidak mengulang kesalahan yang kemarin yang mungkin telah kita buat atau pengulangan aktivitas kita yang pernah salah/ gagal. Ada baiknya perencanaan tersebut ditempel di daerah yang akan sering kita lihat, tujuannya agar kita termotivasi atas mimpi – mimpi kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perencanaan dibuat agar kita memiliki langkah alternatif jika langkah utama kita mengalami kebuntuan, hal ini dilakukan agar kita dapat segera ‘banting stir’ sehingga kita dapat menghemat waktu apabila menemui jalan buntu. Selain itu perencanaan dibuat juga agar kita memahami kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada dalam diri kita dalam pencapaian mimpi-mimpi kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Buat jangka waktu dan biasakan untuk selalu disiplin&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Supaya bisa mencapai ke tujuan kamu perlu membuat pembagian waktu yang berisi langkah-langkah yang harus dikerjakan. Pada setiap langkahnya buat batas final kapan harus selesai. Misal cohtoh soal tadi adalah berolahraga selama 30 menit setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Mulailah dengan 15 menit pada minggu pertama, kemudian bertambah menjadi 20 menit, 25 menit sampai kemudian 30 menit pada minggu keempat. Atau mulai dari sekali seminggu, kemudian dua kali hingga akhirnya bisa tiga kali seminggu. Buat tanda pada setiap langkah yang telah dilaksanakan, misal dengan mencoret atau memberi tanda bintang sebagai lambang keberhasilan. Sekali-kali boleh juga memberi diri sendiri hadiah, hitung-hitung sebagai penambah semangat. Karena bisa saja, kamu merasa jenuh atau bosan terus putus tengah jalan, atau gawatnya lagi balik ke kondisi semula. Nah, supaya nggak mengalami hal seperti itu, kamu harus tetap semangat dan jangan mudah menyerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekarang mungkin kamu sudah punya tekad yang ingin diraih di tahun 2007 ini. Jangan sia-siakan tekad tersebut. Kalau kamu membiasakan diri untuk selalu membuat tekad atau cita-cita lengkap dengan langkah-langkah nyatanya, bisa dipastikan hidup kamu juga akan lebih terarah dan rapih, alias tidak berantakan kemana-mana tanpa tujuan. Kalau misalnya cita-cita yang kamu buat dirasa terlalu berat atau kamu punya impian yang kayaknya susah diraih, jangan putus asa dulu. Anggap saja impian besarmu itu adalah kemenangan pada pertandingan final, dimana untuk mencapainya kamu harus melalui dulu beberapa pertandingan sebelumnya. Keberhasilanmu mengerjakan langkah demi langkah dalam proses meraih cita-cita ibarat kemenangan yang kamu raih pada setiap babak pertandingan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan : tetap semangat dan jangan mudah menyerah. Kegigihan akan selalu berbuah manis. Percaya deh!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sukses adalah pilihan apakah kita ingin meraihnya atau tidak, sukses tidak pernah datang dengan sendirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-9000005085302630943?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/9000005085302630943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=9000005085302630943&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9000005085302630943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9000005085302630943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/01/sukses-mimpi-doa-perencanaan-aktivitas.html' title='SUKSES = MIMPI + DOA + PERENCANAAN + AKTIVITAS'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-1670957231058522020</id><published>2007-01-24T12:54:00.000+08:00</published><updated>2007-01-24T13:10:08.725+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>coba menjadi penulis</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/Rbbpxe9t13I/AAAAAAAAAA8/jnu6N1fo8d0/s1600-h/_MG_4835.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5023459470713149298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/Rbbpxe9t13I/AAAAAAAAAA8/jnu6N1fo8d0/s320/_MG_4835.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari ini saya mencoba menjadi penulis&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;doakan yah &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-1670957231058522020?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/1670957231058522020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=1670957231058522020&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/1670957231058522020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/1670957231058522020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/01/coba-menjadi-penulis.html' title='coba menjadi penulis'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/Rbbpxe9t13I/AAAAAAAAAA8/jnu6N1fo8d0/s72-c/_MG_4835.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-8098300868614598217</id><published>2007-01-23T16:11:00.000+08:00</published><updated>2007-01-23T16:16:50.160+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Worships'/><title type='text'>Allah peduli</title><content type='html'>Banyak perkara yang tak dapat ku mengerti&lt;br /&gt;mengapakah harus terjadi di dalam kehidupan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perkara yang kusimpan dalam hati&lt;br /&gt;tiada sesuatu akan terjadi tanpa Allah mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengerti, Allah peduli&lt;br /&gt;segala persoalan yang kita hadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan pernah ditinggalkannya&lt;br /&gt;ku bergumul sendiri, sebab Allah peduli&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-8098300868614598217?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/8098300868614598217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=8098300868614598217&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/8098300868614598217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/8098300868614598217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/01/allah-peduli.html' title='Allah peduli'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-3071281646833569175</id><published>2007-01-12T14:27:00.002+08:00</published><updated>2007-01-15T14:47:48.398+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pelajaran berharga</title><content type='html'>Suatu hari....&lt;br /&gt;Yulia menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diliriknya jalan raya depan rumah... Belum ada Yulia masuk lagi... Keluar lagi, belum ada juga. Masuk lagi, keluar lagi... begitu terus selama hampir satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 18.30, "Tinn...Tiiinnnn. ..!!" Yulia kecil melompat girang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mama pulang! Papa pulang!"&lt;br /&gt;Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai itu masuk ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu lagi menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Yulia juga... yang tentunya belum mengerti banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam otaknya yang sedang berkembang, Yulia cuma tahu bahwa ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang karena Mama dan Papa sudah pulang.&lt;br /&gt;"Mama, mama.... Mama, mama....," Yulia menggerak-gerakkan tangan meminta perhatian,&lt;br /&gt;"Mama..." Mama diam saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cemas Yulia bertanya,"Mama sakit ya?"  "Mana yang sakit?...Mam, mana yang sakit?"&lt;br /&gt;Mama tidak menjawab, hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Yulia makin gencar bertanya,"Mama, mama... mana yang sakit? Yulia ambilin obat ya? Ya? Ya?"&lt;br /&gt;Tiba-tiba... "Yulia! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik dong!" Mama membentak dengan suara tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget...!!&lt;br /&gt;Yulia mundur perlahan... Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar....Bingung. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulia salah apa? Yulia sayang Mama... Yulia salah apa? Takut-takut, Yulia menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya.&lt;br /&gt;Otak kecil Yulia terus bertanya-tanya : Mama, Yulia salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Yulia, ya? Apa Yulia mengganggu Mama?  Yulia tidak boleh sayang Mama?&lt;br /&gt;Berbagai peristiwa sejenis terjadi.  Dan otak kecil Yulia merekam semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tahun-tahun berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yulia tidak lagi kecil, Yulia bertambah tinggi, Yulia remaja... Yulia mulai beranjak menuju dewasa&lt;br /&gt;"Tin...Tiiinnn. ..!"&lt;br /&gt;Mama pulang, Papa pulang&lt;br /&gt;Yulia menurunkan kaki dari meja, Mematikan TV, Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yulia mana?"  "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu mereka kembali hanya makan berdua, Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka; Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah,  dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, anak-anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas, Yulia mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam, Dari jauh... dari tempat dimana ia tidak akan terluka "Mama, Papa. Katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ ========= ========= ========= ========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa dari kita yang lebih mengkoreksi diri sendiri,&lt;br /&gt;daripada mengkoreksi orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-3071281646833569175?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/3071281646833569175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=3071281646833569175&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/3071281646833569175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/3071281646833569175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/01/pelajaran-berharga.html' title='Pelajaran berharga'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-7631797963346400055</id><published>2007-01-12T14:27:00.001+08:00</published><updated>2007-01-12T17:47:26.482+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religion'/><title type='text'>Saat Teduh Sabtu; 13 Januari 2007</title><content type='html'>Saat Teduh Sabtu; 13 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembacaan Alkitab: Lukas 6:27-36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah musuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengar Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;&lt;br /&gt;28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.&lt;br /&gt;29 Barang siapa menampar pipimu yang satu, berilahlah kepadanya pipimu yang lain, dan barang siapa mengambil jubahmu, biarkan ia juga mengambil bajumu.&lt;br /&gt;30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.&lt;br /&gt;31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.&lt;br /&gt;32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.&lt;br /&gt;33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.&lt;br /&gt;34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.&lt;br /&gt;35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkanlah dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.&lt;br /&gt;36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PERSAHABATAN YANG RETAK"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukas 6:36&lt;br /&gt;Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, aku marah kepada seorang teman yang telah melukai perasaanku. Celakanya, saat aku memaafkannya, ia justru mengabaikan upayaku utnuk berbaikan kembali. Menurut penuturan orang lain, ia malu untuk berbicara denganku. Jadi aku pun memutuskan untuk melanjutkan kehidupanu seperti biasa.&lt;br /&gt;Namun, aku menghadapi dilema. Aku sudah terlanjur membelikan hadiah ulang tahun untuknya. Setelah berunding dengan istriku, aku memutuskan mengembalikan hadiah itu, dan melupakan ulang tahunnya. Sebab, tampaknya ia telah memilih untuk melupakan persahabatan kami.&lt;br /&gt;Kemudian, dalam saat teduhku pada suatu pagi, aku teringat bahwa pemberian Allah kepadaku tidak tergantung pada kesempurnaanku. Berkat-berkat Allah adalah pemberian kasih, bukan penghargaan atas kebaikanku. Aku telah membeli hadiah ulang tahun itu karena kasih. Bukankah aku harus memberikannya karena alasan yang sama? Aku lalu mengirimkan hadiah itu kepadanya untuk menunjukkan bahwa aku masih peduli padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa:&lt;br /&gt;Ya Allah, tolong kami untuk saling mengasihi dan tidak meninggalkan teman-teman kami karena amarah. Kami bedoa seperti apa yang telah diajarkan oleh Yesus. "Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. " Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok pikiran:&lt;br /&gt;Sahabat adalah pemberian dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa syafaat:&lt;br /&gt;Hubungan para sahabat yang sedang renggang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Teduh BPK Gunung Mulia - Jakarta - Indonesia&lt;br /&gt;Sabtu, 13 Janauri 2007&lt;br /&gt;Larry Edward Malona (Illinois)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-7631797963346400055?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/7631797963346400055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=7631797963346400055&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/7631797963346400055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/7631797963346400055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/01/saat-teduh-sabtu-13-januari-2007.html' title='Saat Teduh Sabtu; 13 Januari 2007'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-5228982542377629671</id><published>2007-01-12T14:27:00.000+08:00</published><updated>2007-01-12T14:34:16.490+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Berani Mimpi (Dare to Dream)</title><content type='html'>Di alkisahkan di sebuah sekolah di sebuah desa kecil, ada seorang ibu guru yang mengajar di suatu kelas dengan murid yang sedikit, dikarenakan anak-anak di desa itu lebih banyak membantu orangtuanya di rumah. Suatu hari bu guru memberikan tugas kepada murid-muridnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian tolong tuliskan di kertas cita-cita kalian, besok dikumpulkan yah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian suara dari sang ibu guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari tugas murid-murid dikumpulkan, dan ibu guru meminta anak-anaknya untuk membacakan didepan kelas. Ada yang mau menjadi insinyur, dokter, pilot dll. Sampai tiba giliran seorang anak dengan pakaian yang lusuh dan kurus membacakan apa yang ditulisnya di kertas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin mempunyai rumah dengan taman yang luas, disertai dengan bunga-bunga yang indah beserta pohon-pohon yang rindang di atas pegunungan yang tinggi dengan pemandangan yang indah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kelas menjadi gaduh karena tertawa yang mendengarkan cerita anak itu. Ibu guru merasa anak itu yang membuat gaduh kelas, anak kecil yang kamu tulis bukan cita-cita tapi itu adalah impian kamu dan kamu tidak akan bisa memenuhinya karena tidak mungkin. Demikian suara lantang dari ibu guru. Tapi si anak tetap bersikeras kalau itu adalah cita-citanya. Ibu guru meminta anak itu untuk mengubah yang ditulis di kertas dan dibawa esok hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari si anak kecil itu tetap dan tidak melakukan apa yang diminta ibu guru. Karena bersikeras kalau yang ditulis olehnya adalah cita-citanya, sehingga anak kecil itu mendapat nilai jelek dari bu guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, 30 tahun kemudian ibu guru masih mengajar di sekolah tersebut dan membawa murid-muridnya berkunjung ke suatu taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Sang ibu guru terkagum-kagum kepada taman tersebut dan berkata kepada penjaga taman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti yg membuat taman ini adalah orang yang hebat". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul suara dari penjaga taman kalau yang lebih hebat lagi kalau guru yang mengajar anak kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bertemu dengan pemilik rumah, bu guru begitu kaget kalau itu adalah anak kecil yang dulu di jelek-jelekkan karena tidak mungkin untuk mencapai cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral dari cerita ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala kita tidak sadar dengan karya-karya yang telah kita buat, kita sering merasa gagal ketika orang sekitar kita berkata sebaliknya dengan yang kita harap. Ketika kita punya impian kita harus tetap fokus sama yang kita harapkan, dengan kerja keras, percaya diri kita dapat menaklukan ketakutan kita. Tentunya kita harus punya mental untuk gagal tapi kita harus jadi pemenang bagi diri kita sendiri karena kegagalan adalah awal sukses bagi kita. Jadi kita jangan takut untuk punya impian karena impian itu adalah kenyataan kita bukan mimpi kita. Salam sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://beranigagal.blogspot.com&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;Rian Rahardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-5228982542377629671?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://beranigagal.blogspot.com' title='Berani Mimpi (Dare to Dream)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/5228982542377629671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=5228982542377629671&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5228982542377629671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5228982542377629671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2007/01/berani-mimpi-dare-to-dream.html' title='Berani Mimpi (Dare to Dream)'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-94222795851589675</id><published>2006-12-26T15:40:00.001+08:00</published><updated>2006-12-26T15:54:12.580+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengasah Kapak</title><content type='html'>Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik. Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus, bekerjalah seperti itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. "Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir penebang pohon itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. "Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?" sang majikan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. "Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk  berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh. Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan tidak sama artinya dengan kekalahan, karena kekalahan adalah&lt;br /&gt;saat Anda tidak mampu bangkit dari kegagalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-94222795851589675?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/94222795851589675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=94222795851589675&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/94222795851589675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/94222795851589675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/mengasah-kapak.html' title='Mengasah Kapak'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-2566575495688530675</id><published>2006-12-26T15:40:00.000+08:00</published><updated>2006-12-26T15:45:17.686+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kala Cinta Tak Lagi Membara</title><content type='html'>"Ketika biduk rumah tangga oleng, jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegangan tangan!" WAH, wah, wah, kalau nasihat itu menjadi â€™way of lifeâ€™ pasangan suami istri, termasuk buat para artis, niscaya mereka akan berpikir seribu kali sebelum mengambil keputusan yang tidak populer: cerai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, menikah atau berumah tangga memang bukanlah keputusan main-main. Butuh pemikiran yang amat sangat serius untuk memutuskannya. Jangan pernah berpikir bahwa menikah adalah akhir dari sebuah perjalanan kehidupan. Justru menikah adalah awal dari kehidupan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana yang telah kita tentukan di awal pernikahan, belum tentu akan berjalan sesuai dengan keinginan kita. Banyak hal yang harus kita pertimbangkan. Mulai dari hal yang harus kita kurangi, kemudian hal-hal yang harus kita satukan dan hal-hal yang harus kita pertahankan untuk menjaga pernikahan itu tetap pada jalurnya. "Konsep suami istri sekarang ini&lt;br /&gt;lebih menjadi sebuah team work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki visi dan tujuan yang sama. Perjalanannya panjang, tidak bisa instan. Butuh proses untuk menuju keluarga yang harmonis," ujar Clara I Kriswanto, psikolog dan pemerhati masalah rumah tangga yang berbicara pada peluncuran produk Pondâ€™s Age Miracle di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (20/12).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Clara menambahkan, proses perjalanan pernikahan terbagi dalam tiga tahap. Pertama, tahap pengenalan. Mulai dari kebiasaan dan sifat yang berbeda. Kedua, tahap pencarian warna yang pas, setiap individu tidak lagi membicarakan aturan atau nilai saja, tapi bagaimana semuanya melebur jadi satu. Ketiga, tahap sunyi senyap. Biasanya kalau rumah tangga sudah adem ayem dan sudah saling mengerti, tidak ada masalah. Tapi, jangan sampai kedamaian itu karena ternyata ada masalah yang dipendam. Kalau sudah begini, perlu menghidupkan lagi api cinta, menjadi satu tim yang solid sehingga tidak terjadi cekcok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pernikahan tidak memiliki pondasi yang kuat akan mengakibatkan perbedaan antara suami istri menjadi sumber konflik dalam pernikahannya. Misalnya perbedaan temperamen (suami yang intim dengan istri yang bertemperamen cermat), perbedaan dalam mengambil keputusan (suami impulsif dan istri penuh pertimbangan). Jika tidak bisa diatasi dengan baik, masalah kecil seperti ini bisa menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Romace Revival&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bagi pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah perlu lagi membangkitkan gairah cinta (romance revival). Clara bilang, romance revival merupakan upaya penyegaran kembali romantisme cinta yang sudah lama agar tetap membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharmonisan pasangan suami istri akan berlangsung langgeng jika terjadi saling pengertian antara kedua belah pihak dan muncul kesadaran bahwa setiap manusia akan mengalami proses tumbuh dan berkembang seiring pertambahan kematangan usia. Agar proses tumbuh dan berkembang ini tak menimbulkan salah penafsiran yang berdampak negatif pada hubungan, maka keduanya harus menyikapi dengan cara beradaptasi kembali untuk mengenali&lt;br /&gt;pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan pasangan suami istri yang sudah lama menjalin hubungan, akan menjadi bosan sehingga gairah dan getar cinta perlahan-lahan meredup dan menghilang seiring berjalannya waktu. Akibatnya bukan lagi rasa cinta yang ada antara laki-laki dan perempuan, melainkan hanya sebatas teman hidup. "Hal yang seperti ini tidak boleh dibiarkan. Karena pernikahan&lt;br /&gt;dilandasi cinta, maka sebisa mungkin getar dan gairah cinta dihadirkan kembali meski dalam bentuk yang berbeda seiring dengan kematangan usia," tandas Clara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berikan kejutan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agar romantisme tetap segar dan hadir dalam cinta suami-istri, kita harus tampil optimal bagi pasangan, baik inner maupun outer beauty. Dan untuk menghadirkan kembali getar cinta, kata Clara bisa bermacam-macam, antara lain memberikan kejutan-kejutan manis tak terduga bagi&lt;br /&gt;pasangannya. "Kejutan merupakan salah satu bentuk bahasa cinta. Tidak harus mahal, yang penting seberapa kita kreatif menciptakan kejutan untuk senantiasa menggairahkan cinta bersama pasangan," ucap wanita yang sudah mencapai pernikahan selama 20 tahun ini. (dam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Warta Kota&lt;br /&gt;Copyright 2006 Kompas Group&lt;br /&gt;Hangtuah Digital Library&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-2566575495688530675?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/2566575495688530675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=2566575495688530675&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/2566575495688530675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/2566575495688530675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/kala-cinta-tak-lagi-membara.html' title='Kala Cinta Tak Lagi Membara'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-7050775331487221536</id><published>2006-12-21T15:45:00.001+08:00</published><updated>2006-12-22T15:32:33.816+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>Dilema Rumahku</title><content type='html'>Huii... gak terasa sudah satu bulan saya tinggal di Perum Poris Tangerang, rumah baru, perabotan baru, segalanya baru, maklum penganten baru (he.. he.. he..). Punya rumah baru berarti tanggung jawab, tanggung jawab atas rumah tersebut, juga penghuninya, termasuk diriku dan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kerja di daerah Sunter, sementara istri di daerah Pasar Pagi, suatu jarak yang lumayan jauh, jika ditempuh dengan sepeda motor (+ - 15 Km) menghabiskan waktu sekitar 1 jam dan 1,2Ltr bensin, berlomba-lomba dengan ratusan sepeda motor lain untuk menuju tempat kami masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pegel, cape, letih, sakit pinggang, tangan kesemutan itulah hal-hal yang ketika malam hari sepulang kerja sampai di rumah, ahh.... untung saya mempunyai istri yang baik hati dan pengertian, diurutinya punggung saya dengan minyak kayu putih, enaknya (terima kasih istriku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kami berdiskusi untuk pindah rumah, karena dirasakan tidak mungkin kami tinggal di sini sementara semua aktivitas bekerja, beribadah, keluarga, semuanya di Jakarta, tapi bagaimana caranya, harga rumah di Jakarta lumayan mahan dan jeleknya jarang sekali yang bersertifikat Hak Milik, yang dapat diajukan untuk KPR di bank, ahhh.. pusing juga ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami hanya bisa pasrah dan berdoa, meminta kepada Bapa di surga, agar mengabulkan permintaan kami. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-7050775331487221536?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/7050775331487221536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=7050775331487221536&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/7050775331487221536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/7050775331487221536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/dilema-rumahku.html' title='Dilema Rumahku'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-1512331306916803853</id><published>2006-12-21T15:45:00.000+08:00</published><updated>2006-12-21T15:51:53.732+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PELAYAN HOTEL (good story..)</title><content type='html'>Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia . Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam.&lt;br /&gt;"Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami. Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota .&lt;br /&gt;"Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."&lt;br /&gt;Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju.&lt;br /&gt;Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York , meminta laki-laki muda ini datang  mengunjungi pasangan tua tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York , dan membawa dia kesudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di sana , sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola".&lt;br /&gt;"Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda.&lt;br /&gt;"Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.&lt;br /&gt;Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel.&lt;br /&gt;Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pelajarannya adalah........ perlakukanlah semua orang dengan kasih,&lt;br /&gt;kemurahan dan hormat, dan anda tidak akan gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :&lt;br /&gt;http://beranigagal.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Rian Rahardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-1512331306916803853?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/1512331306916803853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=1512331306916803853&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/1512331306916803853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/1512331306916803853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/pelayan-hotel-good-story.html' title='PELAYAN HOTEL (good story..)'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-5284326005624081343</id><published>2006-12-13T12:34:00.008+08:00</published><updated>2006-12-19T14:31:02.601+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religion'/><title type='text'>Selamat Ulang Tahun, Yesus...</title><content type='html'>JAWABAN.com - Natal dirayakan di hampir seluruh dunia pada tanggal 25 Desember. Meskipun banyak orang yang meragukan kebenaran bahwa Yesus lahir pada tanggal tersebut sekian ribu tahun yang lalu, berbagai pesta perayaan Natal tetap digelar setiap tahunnya. Namun, benarkah kelahiran Yesus merupakan hal terpenting dalam setiap perayaan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab menceritakan kelahiran Yesus di kandang domba. Kandang domba bukanlah suatu tempat yang layak untuk proses kelahiran. Namun, saat itu Yusuf dan Maria tidak menemukan tempat lainnya. Kesederhanaan proses kelahiran Yesus itu sangat berlawanan dengan pesta-pesta perayaan Natal yang diadakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, perayaan kelahiran Yesus banyak diadakan di tempat-tempat mewah, seperti hotel berbintang. Kesederhanaan mungkin hanya terlihat pada tiruan kandang domba, lengkap dengan ‘bayi Yesus’, domba, dan para gembala yang memakai tongkat. Selebihnya, orang-orang yang menghadiri perayaan tersebut datang dengan pakaian terbaru, menyanyikan kidung-kidung Natal dengan riang dan setelah itu menikmati hidangan yang melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah Yesus hadir dalam perayaan Natal seperti itu? Apakah Ia benar-benar menikmati pesta ulang tahun-Nya itu? Atau justru Ia merasa prihatin karena umat-Nya justru belum memahami arti Natal yang sesungguhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti kita tidak boleh merayakan Natal. Hanya saja, apakah perayaan itu benar-benar dilandasi keinginan untuk memperingati lahirnya Kristus ke dalam dunia atau sekadar perayaan tahunan yang sayang untuk dilewatkan? Pertanyaan inilah yang sebaiknya kita renungkan sebelum mengadakan atau menghadiri perayaan Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal yang sesungguhnya berawal saat kita benar-benar menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi. Saat itulah Yesus terlahir di hati kita. Setelah itu, kita pun patut merenungkan bagaimana melahirkan Yesus di hati orang-orang yang belum mengenalnya. Karena, hanya pada saat satu orang bertobat dan diselamatkan lah kelahiran Kristus sedang benar-benar dirayakan. Dan pada saat yang sama, seluruh surga pun merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita menghadirkan perayaan Natal di surga, selain saat kita menerima Yesus sebagai Juru Selamat Pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(rad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-5284326005624081343?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/5284326005624081343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=5284326005624081343&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5284326005624081343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5284326005624081343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/selamat-ulang-tahun-yesus.html' title='Selamat Ulang Tahun, Yesus...'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-5743964920873336074</id><published>2006-12-13T12:34:00.007+08:00</published><updated>2006-12-19T10:53:28.075+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membangun Taman Firdaus</title><content type='html'>Oleh : E. Widiyati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15-Des-2006, 16:44:55 WIB - [www.kabarindonesia.com] &lt;br /&gt;Manusia jaman sekarang sudah memiliki pengetahuan yang canggih, bahkan sudah mulai ingin menyamakan dirinya dengan Sang Pencipta, umpamanya dengan proyek kloning manusia yang dimulai pada dua hari yang lampau ini, dimana mereka melaku-kan percobaan untuk mengkloning bayi yang telah mati sepuluh bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copy-nya dari surga juga sudah bisa terciptakan, lihat saja hotel-hotel di&lt;br /&gt;Las Vegas dengan segala fasilitasnya, walaupun ini sekedar hanya surga dunia, maka dari itu tidak ada salahnya kalau kita juga berusaha untuk membuat copy dari taman Firdaus atau taman Eden, saya yakin ini tidak dosa, selama kita tidak menciptakan kloningnya dari Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan untuk menciptakan taman Firdaus (Eden) ini bukan hanya sekedar khayalan dari sang penulis melainkan sudah benar-benar direalisasi di Cornwall - England. Untuk tahapan pertamanya saja sudah menghabiskan dana lebih dari 120 juta AS$ .&lt;br /&gt;Taman Eden ini diharapkan bisa menjadi Keajaiban Dunia yang Kedelapan, karena disitu akan dibangun sebuah etalase konservasi dan keanekaragaman hayati raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan disana sedang menciptakan copy nya dari taman Eden yang disebut&lt;br /&gt;Porject Eden, dibawah rumah kaca raksasa (greenhouse) yang terbesar di dunia&lt;br /&gt;dengan luas ukuran yang melebihi dari 35 kali luasnya lapangan bola. &lt;br /&gt;Disitu mereka telah mendirikan sebuah kubah raksasa dengan struktur tiang yang&lt;br /&gt;bediri bebas yang akan menjadi struktur tiang tertinggi dan terbesar sejagat raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kaca tersebut ada sedemikian besarnya sehingga Adam dan Hawa saja disana pasti akan kesasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitu akan ditanam sekitar 80.000 aneka macam tanaman mulai dari pohon2an&lt;br /&gt;hutan tropis s/d hutan Mediternia berikut segala macam bunga2 yang ada di&lt;br /&gt;jagat raya ini. Bahkan sebelum pembangunan ini dimulai, mereka telah memindahkan lebih dari 1,8 juta ton tanah ke lokasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan ini timbul, bukannya karena ingin menyaingi Sang Pencipta melainkan,&lt;br /&gt;karena ingin meningkatkan tourist industrie di daerah Cornwall maklum Cornwal adalah daerah yang termiskin di Uni Eropa. Dengan adanya copy dari taman Eden ini, diharapkan Cornwall bisa memikat 75.000 orang pengunjung setiap tahunnya. Bagi mereka yang tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh mengenai Project-Eden ini silahkan berkujung ke situs:&lt;br /&gt;http://www.edenproject.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-5743964920873336074?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/5743964920873336074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=5743964920873336074&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5743964920873336074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5743964920873336074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/membangun-taman-firdaus.html' title='Membangun Taman Firdaus'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-4744382514189321396</id><published>2006-12-13T12:34:00.006+08:00</published><updated>2006-12-18T17:15:57.868+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religion'/><title type='text'>Mukjizat Natal</title><content type='html'>Kisah nyata ini terjadi di malam Natal pada saat perang dunia ke-satu di tahun 1914, tepatnya di front perang bagian barat di Eropa. Pada saat tersebut tentara Perancis, Inggris dan Jerman  saling baku tembak satu dengan yang lain. Di malam Natal yang dingin dan gelap begini, hampir setiap prajurit merasa sudah bosan dan muak untuk berperang, apalagi telah berbulan– bulan mereka meninggalkan rumah mereka, jauh dari istri, anak maupun orang tuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam Natal biasanya mereka selalu berkumpul bersama dengan seluruh anggota keluarganya masing-masing, makan bersama, bahkan menyanyi bersama di bawah pohon terang di hadapan tungku api yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan malam Natal yang sekarang ini, di mana cuaca di luar sangat&lt;br /&gt;dingin sekali dan saljupun turun dengan lebatnya, mereka bukannya berada di&lt;br /&gt;antara anggota keluarga yang mereka kasihi, melainkan berada di hadapan musuh perang mereka yang setiap saat bersedia untuk menembak mati siapa saja yang bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiada hadiah yang menunggu selainnya peluru dari senapan musuh, bahkan persediaan makananpun sudah berkurang jauh, sehingga hari inipun hampir seharian penuh mereka belum makan. Pakaianpun basah kuyup karena turunnya salju. Biasanya mereka berada di lingkungan suasana yang hangat dan bersih, tetapi kali ini mereka berada di dalam lubang parit, seperti layaknya seekor tikus, boro-boro bisa mandi dan berpakaian bersih, tempat di mana mereka berada sekarang inipun basah, becek penuh dengan lumpur. Mereka menggigil kedinginan. Rasanya tiada keinginan yang lebih besar pada saat ini selainnya rasa damai untuk bisa berkumpul kembali dengan orang-orang yang mereka kasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tentara sedang merintih kesakitan karena barusan saja terkena tembakan, sedangkan tentara lainnya menggigil kedinginan, bahkan pimpinan mereka yang biasanya keras dan tegas entah kenapa pada malam ini kelihatannya sangat sedih sekali, terlihat  air matanya turun berlinang, rupanya ia teringat akan istri dan bayinya yang baru berusia enam bulan.&lt;br /&gt;Kapankah perang ini akan berakhir ? Kapankah mereka akan bisa pulang kembali ke rumahnya masing-masing ? Kapankah mereka bisa memeluk lagi orang–orang yang mereka kasihi ? Dan masih merupakan satu pertanyaan besar pula, apakah mereka bisa pulang dengan selamat dan berkumpul kembali dengan istri dan anak - anaknya ? Entahlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sepatah katapun terdengar.  Suasana malam yang gelap dan dingin terasa&lt;br /&gt;hening dan sepi sekali,  masing-masing teringat dan memikirkan keluarganya&lt;br /&gt;sendiri. Selama berjam-jam mereka duduk membisu seperti demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari arah depan di front Jerman, ada cahaya kecil yang timbul dan&lt;br /&gt;bergoyang, cahaya tersebut kelihatan semakin nyata. Rupanya ada seorang prajurit Jerman yang telah membuat pohon Natal kecil yang diangkat ke atas dari parit tempat persembunyian mereka, sehingga nampak oleh seluruh prajurit di front tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan terdengar alunan lembut suara lagu “Stille Nacht, heilige Nacht" (Malam Kudus), yang pada awalnya hanya sayup-sayup kedengarannya, tetapi semakin lama lagu yang dinyanyikan tersebut semakin jelas dan semakin keras terdengar, sehingga membuat para pendengarnya merinding dan merasa pilu karena teringat akan anggota keluarganya yang berada jauh dari medan perang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata seorang prajurit Jerman yang bernama Sprink yang menyanyikan lagu tersebut dengan suara yang sangat indah, bersih, dan merdu. Prajurit Sprink tersebut sebelumnya ia dikirim ke medan perang adalah seorang penyanyi tenor opera yang terkenal. Rupanya suasana keheningan dan gelapnya malam Natal tersebut telah mendorong dia untuk melepaskan emosinya dengan menyanyikan lagu tersebut, walaupun ia mengetahui dengan menyanyikan  lagu tersebut, prajurit musuh bisa mengetahui tempat di mana mereka berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bukan hanya sekedar menyanyi dalam tempat persembunyiannya saja, ia berdiri tegak, tidak membungkuk lagi, bahkan ia naik ke atas sehingga dapat terlihat dengan nyata oleh semua musuh - musuhnya. Melalui nyanyian tersebut ia ingin membawakan kabar gembira sambil mengingatkan kembali makna dari Natal ini, ialah untuk berbagi rasa damai dan kasih. Untuk ini ia bersedia mengorbankan jiwanya,  ia bersedia mati ditembak oleh musuhnya. Tetapi apa yang terjadi, apakah ia ditembak mati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak! Entah kenapa seakan-akan ada mukjizat yang terjadi, sebab pada saat yang bersamaan semua prajurit yang ada di situ, satu demi satu turut keluar dari tempat persembunyiannya masing-masing, dan mereka mulai menyanyikannya bersama. Bahkan seorang tentara Inggris musuh beratnya Jerman, turut mengiringi mereka menyanyi sambil meniup dua peniup bagpipes (alat musik Skotlandia) yang dibawanya khusus ke medan perang. Dengan perasaan terharu mereka turut menyanyikan lagu Malam Kudus. Hujan air mata tak dapat dibendung. Air mata dari mereka yang berada jauh dari orangtua, anak, calon istri, kakak, adik, dan sahabat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tadinya lawan sekarang menjadi kawan, sambil saling berpelukan mereka menyanyikan bersama lagu Malam Kudus dalam bahasanya masing - masing, di sinilah rasa damai dan sukacita benar - benar terjadi. Setelah itu, mereka meneruskan menyanyi bersama dengan lagu Adeste Fideles (Hai Mari Berhimpun), mereka berhimpun bersama, tidak ada lagi perbedaan pangkat, derajat, usia maupun bangsa, bahkan perasaan bermusuhanpun hilang dengan sendirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berhimpun bersama dengan musuh mereka yang seyogianya harus saling&lt;br /&gt;tembak, membunuh satu dengan yang lain, tetapi entah kenapa dalam suasana&lt;br /&gt;Natal tersebut mereka ternyata bisa berkumpul dan menyembah bersama kelahiran-Nya Sang Juru Selamat. Rupanya inilah mukjizat Natal yang benar-benar bisa membawa suasana damai di malam yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  berharap melalui tulisan ini dapat membagikan rasa kasih dan damai kepada rekan - rekan dan para pembaca budiman,  serta mengajak kita semua untuk merenungkan kembali  makna Natal yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ternyata masih ada luka batin yang belum sembuh, marilah kita mengambil  kesempatan di akhir tahun ini untuk saling memaafkan dan mendoakan satu dengan yang lain, dan biarlah damai bertahta di hati kita.&lt;br /&gt;Dan robohkanlah tembok pemisah diantara kita; entah itu berupa agama, etnis,&lt;br /&gt;kedudukan, harta maupun pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Natal untuk para pembaca dan rekan – rekan yang budiman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Ucup &lt;br /&gt;Email: mang.ucup@gmail.com&lt;br /&gt;Homepage: www.mangucup.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-4744382514189321396?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/4744382514189321396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=4744382514189321396&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/4744382514189321396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/4744382514189321396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/mukjizat-natal.html' title='Mukjizat Natal'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-9101169170100894364</id><published>2006-12-13T12:34:00.005+08:00</published><updated>2006-12-15T10:55:49.543+08:00</updated><title type='text'>Khayyam incites Wang to visit Iran</title><content type='html'>Tehran Times Culture Desk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEHRAN -- Prominent Chinese author Wang Meng here on Tuesday said he &lt;br /&gt;had a &lt;br /&gt;yearning to visit Iran after studying the Iranian poet Omar Khayyam’s &lt;br /&gt;Rubaiyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speaking at the Book City, Wang explained that one of his friends had &lt;br /&gt;given &lt;br /&gt;him the book translated in Uygur language.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I hardly found a book to read during the China’s Cultural Revolution &lt;br /&gt;(1966-76) and Rubaiyat helped me a lot during those tough times,” he &lt;br /&gt;added. &lt;br /&gt;“I was really eager to visit Khayyam’s homeland and now I think this &lt;br /&gt;dream &lt;br /&gt;has come true.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wang was labeled "rightist" in 1957 due to his work "The Young Newcomer &lt;br /&gt;in &lt;br /&gt;the Organization Department," which was a realistic portrayal of the &lt;br /&gt;clash &lt;br /&gt;between youthful and idealistic revolutionaries and older and &lt;br /&gt;entrenched &lt;br /&gt;party bureaucrats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consequently, he was sent down to labor for seven years on a farm in &lt;br /&gt;China’s &lt;br /&gt;Xinjiang Province, where he learned to speak, read and write in Uygur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He also elaborated on his career, saying he published his first novel &lt;br /&gt;entitled "Long Live the Youth" in 1953.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wang is the prolific writer of over 200 short stories, nine novels, and &lt;br /&gt;two &lt;br /&gt;poetry collections.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He is now vice-chairman of the Communications Workers of America (CWA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He arrived here on Dec. 8 at the invitation of the Islamic Culture and &lt;br /&gt;Relations Organization (ICRO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tehrantimes.com/Description.asp?Da=12/14/2006&amp;Cat=10&amp;Num=4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-9101169170100894364?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/9101169170100894364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=9101169170100894364&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9101169170100894364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9101169170100894364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/khayyam-incites-wang-to-visit-iran.html' title='Khayyam incites Wang to visit Iran'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-5969067917764384005</id><published>2006-12-13T12:34:00.004+08:00</published><updated>2006-12-14T14:19:50.507+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Gadis Tionghoa yang Jadi Polwan</title><content type='html'>Indonesia &amp; Tionghua: Gadis Tionghoa yang Jadi Polwan&lt;br /&gt;Posted on Monday, October 30 @ 20:35:18 PST by xuan-tong &lt;br /&gt; http://www.kompas.com/ver1/Metropolitan/0609/12/080631.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bripda Yolla Bernanda&lt;br /&gt;Gadis Tionghoa yang Jadi Polwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HALO, selamat pagi. Polres Metro Jakarta Barat, dengan Bripda Yolla Bernanda,&lt;br /&gt;ada yang bisa dibantu," sapa seorang wanita di ujung telepon dengan suara ramah&lt;br /&gt;namun tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada bicaranya sama dengan Polisi Wanita (Polwan) lainnya di seluruh Nusantara&lt;br /&gt;ketika menerapkan motto polisi Melayani dan Mengayomi. Tetapi jika sudah&lt;br /&gt;bertatap muka, barulah orang tahu siapa Bripda Yolla Bernanda sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ditemui di Mapolres Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, gadis berkulit putih,&lt;br /&gt;rambut lurus, dan setinggi 165 cm itu selalu murah senyum. Gaya bicaranya&lt;br /&gt;blak-blakan. Dari wajahnya orang mudah menyangka Yolla berasal dari Manado.&lt;br /&gt;"Bukan, saya ini keturunan China. Tinggal di Glodok, Jakarta Barat," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak Warta Kota terkejut mendengarnya. "Heran ya? Ada orang China yang jadi&lt;br /&gt;Polwan. Saya juga bingung. Ingat, negara ini sudah sangat maju. Saya lahir dan&lt;br /&gt;besar di tanah Indonesia. Jadi punya hak yang sama menjaga negara," tegas Yolla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yolla lahir di Jakarta, 2 September 1982 dengan nama asli Chang Mei Xiang. Dian&lt;br /&gt;dan orangtuanya tinggal di Jalan Mangga Besar I Dalam No 24 RT 08/01 Tamansari,&lt;br /&gt;Jakarta Barat. Yolla adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Tan Yu&lt;br /&gt;Hin dan Khou Loen Nio yang pengusaha baju dan barang elektronik di Glodok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Polwan bukanlah impiannya semula. Sejak kecil, lulusan SDK Suci Hati itu&lt;br /&gt;ingin menjadi anggota Komando Wanita Angkatan Darat. Dia terinspirasi film Rambo&lt;br /&gt;yang dibintangi Sylvester Stallone. Sejak itu, seluruh pakaiannya yang feminim&lt;br /&gt;diganti dengan baju Army Look.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LULUS SMPK dan SMAK Kalam Kudus, gadis itu meminta izin orangtuanya untuk&lt;br /&gt;mendaftar sekolah calon bintara (Secaba) TNI Angkatan Darat. Permintaan itu&lt;br /&gt;ditolak. Yolla nekat mendaftar tetapi gagal. Terpaksa dia masuk Universitas&lt;br /&gt;Tarumanagara, tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana, Yolla masuk dalam jajaran Resimen Mahasiswa (Menwa). "Buat pelipur&lt;br /&gt;lara, gara-gara ditolak orangtua dan gagal lulus tes Secaba," tuturnya yang&lt;br /&gt;sangat ingin mengoperasikan senapan otomatis M-16 dan AK-47.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian lamanya terus mengganggunya. Tak tahan, Yolla mendaftar Secaba Polwan di&lt;br /&gt;Mapolres Jakarta Barat tahun 2004. Lagi-lagi, tak ada satu anggota keluarganya&lt;br /&gt;yang tahu. Tak disangka dia lulus tes dan langsung dikirim ke asrama Sepolwan di&lt;br /&gt;Ciputat. Baginya, polisi atau tentara sama-sama sebagai abdi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yolla pergi ke asrama dengan rasa takut kepergok orangtuanya. "Saya cuma pamit&lt;br /&gt;seminggu, dengan alasan ikut pelatihan Menwa. Cuma adik saya yang tahu ke mana&lt;br /&gt;sebenarnya saya pergi. Mereka sejak awal memberi dukungan," tuturnya penyuka&lt;br /&gt;olahraga bela diri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan di asrama tanpa memberi kabar, membuat Tan Yu Hin dan Khouw Loen Nio&lt;br /&gt;kelabakan. Seluruh saudara, teman, kenalan, dan kampus dihubungi. Nyaris Yolla&lt;br /&gt;dianggap anak hilang dan hendak dilaporkan ke polisi. Situasi gawat itu membuat&lt;br /&gt;kedua adiknya segera memberi kabar ke Yolla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendapat izin bermalam di luar, Yolla pulang dengan seragam Secaba&lt;br /&gt;Polwan. Ibu dan dua adiknya menyambut dengan gembira. Kecuali ayahnya yang tetap&lt;br /&gt;dengan wajah kesal. "Dua hari dicuekin dan enggak dikasih makan," kenang gadis&lt;br /&gt;yang terpilih menjadi peserta Turnamen Judo Piala Kapolri Cup 2006 ini mewakili&lt;br /&gt;Polres Jakarta Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap keras ayahnya tak menghentikan Yolla meraih cita-cita. Lulus sekolah dan&lt;br /&gt;menyandang pangkat Bripda dia kembali pulang. Kali ini, ayahnya tersenyum tulus.&lt;br /&gt;Yolla dipeluknya erat sambil menyampaikan kebanggaannya. Beberapa detik&lt;br /&gt;kemudian, ayahnya menegaskan, "Jangan bekerja setengah hati. Kamu kini sudah&lt;br /&gt;menjadi milik negara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kenangan manis selama berada di asrama Sepolwan. Terlebih setelah seluruh&lt;br /&gt;temannya tahu Yolla adalah warga keturunan China. Ketika dia membaca sumpah&lt;br /&gt;dengan cara agama Budha. Sejak itu, Yolla kerap disapa Cici (panggilan gadis&lt;br /&gt;China--Red). Biar sudah jadi Polwan, Yolla belum puas. Tahun 2007, dia berniat&lt;br /&gt;masuk Akpol tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enggak ada cowok yang naksir dong? "Ah, itu kan urusan hati bukan penampilan,"&lt;br /&gt;kata Yolla yang mengaku masih joblo. Siap ndan! (Tri Broto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Warta Kota  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-5969067917764384005?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/5969067917764384005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=5969067917764384005&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5969067917764384005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5969067917764384005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/gadis-tionghoa-yang-jadi-polwan.html' title='Gadis Tionghoa yang Jadi Polwan'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-3534712842178220670</id><published>2006-12-13T12:34:00.003+08:00</published><updated>2006-12-14T13:16:45.424+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Worships'/><title type='text'>God Will Make A Way lyrics</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/RYDdzfepXQI/AAAAAAAAAAw/grkNIfAhlD8/s1600-h/Music-Worship.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/RYDdzfepXQI/AAAAAAAAAAw/grkNIfAhlD8/s320/Music-Worship.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5008246662329097474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;God Will Make A Way lyrics &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artist - Don Moen&lt;br /&gt;Album - God Will Make A Way. The Best Of Don Moen&lt;br /&gt;Lyrics - God Will Make A Way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God will make a way&lt;br /&gt;Where there seems to be no way&lt;br /&gt;He works in ways we cannot see&lt;br /&gt;He will make a way for me&lt;br /&gt;He will be my guide&lt;br /&gt;Hold me closely to His side&lt;br /&gt;With love and strength for each new day&lt;br /&gt;He will make a way....&lt;br /&gt;He will make a way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh God will make a way&lt;br /&gt;Where there seems to be no way&lt;br /&gt;He works in ways we cannot see&lt;br /&gt;He will make a way for me&lt;br /&gt;He will be my guide&lt;br /&gt;Hold me closely to His side&lt;br /&gt;With love and strength for each new day&lt;br /&gt;He will make a way.....&lt;br /&gt;He will make a way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By a roadway in the wilderness&lt;br /&gt;He'll lead me&lt;br /&gt;And rivers in the desert will I see&lt;br /&gt;Heaven and earth will fade&lt;br /&gt;But His Word will still remain&lt;br /&gt;And He will do something new today&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh God will make a way&lt;br /&gt;Where there seems to be no way&lt;br /&gt;He works in ways we cannot see&lt;br /&gt;He will make a way for me&lt;br /&gt;He will be my guide&lt;br /&gt;Hold me closely to His side&lt;br /&gt;With love and strength for each new day&lt;br /&gt;He will make a way...&lt;br /&gt;He will make a way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NARRATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh God will make a way&lt;br /&gt;Where there seems to be no way&lt;br /&gt;He works in ways we cannot see&lt;br /&gt;He will make a way for me&lt;br /&gt;He will be my guide&lt;br /&gt;Hold me closely to His side&lt;br /&gt;With love and strength for each new day&lt;br /&gt;He will make a way....&lt;br /&gt;He will make a way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With love and strength for each new day&lt;br /&gt;He will make a way....&lt;br /&gt;He will make a way&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-3534712842178220670?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/3534712842178220670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=3534712842178220670&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/3534712842178220670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/3534712842178220670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/god-will-make-way-lyrics.html' title='God Will Make A Way lyrics'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/RYDdzfepXQI/AAAAAAAAAAw/grkNIfAhlD8/s72-c/Music-Worship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-2201365425686974124</id><published>2006-12-13T12:34:00.002+08:00</published><updated>2006-12-14T12:36:28.508+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Worships'/><title type='text'>Tuhan inilah yang ku mau</title><content type='html'>Hanya Dekat padamu Bapa&lt;br /&gt;jiwa ku pun tentram&lt;br /&gt;Engkau menerimaku &lt;br /&gt;dengan sepenuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dunia melihat rupa&lt;br /&gt;namun Kau memandangku&lt;br /&gt;sampai ke dalaman hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan inilah yang ku tahu&lt;br /&gt;Kau mengenal hatiku&lt;br /&gt;jauh melebihi semua&lt;br /&gt;yang terdekat sekalipun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan inilah yang ku mau&lt;br /&gt;Kau menjaga hatiku&lt;br /&gt;supaya kehidupan&lt;br /&gt;terpancar senantiasa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-2201365425686974124?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/2201365425686974124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=2201365425686974124&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/2201365425686974124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/2201365425686974124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/tuhan-inilah-yang-ku-mau.html' title='Tuhan inilah yang ku mau'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-2919884375017843630</id><published>2006-12-13T12:34:00.001+08:00</published><updated>2006-12-14T10:56:55.757+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>TOLONG PERIKSA!</title><content type='html'>Selesai melakukan check out di sebuah hotel dan sudah siap masuk ke taksi,&lt;br /&gt;seorang businessman baru sadar ada yang terlupa di kamarnya di lantai 30&lt;br /&gt;hotel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat sekeliling kalau-kalau ada yang bisa dimintai bantuan untuk&lt;br /&gt;mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat itu hanya ada seorang room boy yang terkenal sebagai yang paling&lt;br /&gt;lamban dari cara berpikir dan bergerak. Sebagai langganan hotel ini, sang&lt;br /&gt;businessman juga tahu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak punya pilihan lain, businessman ini memanggil room boy ini dan&lt;br /&gt;segera memberikan instruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya butuh bantuan yang sangat BESAR! Saya sedang mengejar pesawat yang&lt;br /&gt;akan berangkat 1 jam lagi, dan saya punya waktu hanya 15 menit menuju&lt;br /&gt;airport. Saya mau kamu SEGERA naik ke kamar 3015, dan periksa apakah tas&lt;br /&gt;kulit saya yang berwarna hitam ada di sana. Saya minta untuk kali ini kami&lt;br /&gt;bergerak secepat mungkin!"&lt;br /&gt;Sang room boy tampak senang diberikan kepercayaan ini, dan segera bergerak&lt;br /&gt;masuk ke hotel, walau memang agak lamban gerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekitar beberapa menit sang businessman menunggu dengan begitu&lt;br /&gt;frustrasi karena resiko terlambat, dari kejauhan tampaklah sang room boy&lt;br /&gt;berjalan dengan gontai menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya dekat businessman, sang room boy tampak terengah-engah, karena&lt;br /&gt;walau terkesan pelan, dia ternyata benar-benar berusaha untuk bergerak&lt;br /&gt;secepat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Well? Apakah kamu menemukannya? " tanya sang businessman tidak sabar&lt;br /&gt;bercampur heran, karena sang room boy tidak terlihat membawa apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengambil napas sejenak, sang room boy pun menjawab dengan yakin,&lt;br /&gt;"Anda benar sekali, Pak! Saya sudah cek dan lihat sendiri. Ada di tempat&lt;br /&gt;tidur!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ =========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan moral?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bisa diartikan sendiri oleh sahabat sekalian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifiklah dalam memberikan instruksi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang sebuah pekerjaan tidak terlaksana oleh bawahan kita bukan karena&lt;br /&gt;mereka tidak kompeten, tapi karena kita yang kurang spesifik dalam&lt;br /&gt;memberikan instruksi, sesuai dengan apa yang kita inginkan. Apakah masih&lt;br /&gt;sering menganggap seseorang 'seharusnya sudah tahu apa yang kita maksudkan'&lt;br /&gt;? Well, ada PILIHAN lain untuk lebih SPESIFIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-2919884375017843630?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/2919884375017843630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=2919884375017843630&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/2919884375017843630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/2919884375017843630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/tolong-periksa.html' title='TOLONG PERIKSA!'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-1697367061500173668</id><published>2006-12-13T12:34:00.000+08:00</published><updated>2006-12-13T12:37:26.261+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religion'/><title type='text'>Biarkan Tuhan Menilaimu</title><content type='html'>Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mother Theresa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-1697367061500173668?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/1697367061500173668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=1697367061500173668&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/1697367061500173668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/1697367061500173668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/biarkan-tuhan-menilaimu.html' title='Biarkan Tuhan Menilaimu'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-9190978208445914093</id><published>2006-12-12T11:55:00.000+08:00</published><updated>2006-12-12T14:14:11.001+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>The Last Waltz</title><content type='html'>Nama saya Lily , kami tinggal di sebuah kota kecil di Menado. Sejak muda Ibu saya senang sekali menari, oleh sebab itulah ketika hari perkawinannya ayahmemohon agar tarian yang terakhir diberikan hanya untuk dia seorang, makadari itulah lagu pertama pada saat mereka menari adalah „The Last Waltz“dari Engelbert Humperdinck, dan rupanya ini benar-benar menjadi kenyataan,karena beberapa bulan kemudian pada saat ibu melahirkan saya, ibu meninggaldunia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Daddy – begitulah panggilan saya terhadap ayah. Karena kasihnya kepada ibu,Daddy tidak pernah mau menikah lagi. Saya dibesarkan hanya oleh Daddy dannenek saya, dan setiap malam Tahun baru sudah merupakan tradisi bagi Daddyuntuk selalu mengalunkan lagu kesayangannya “The Last Waltz”, sambilmengingat ibu. Ketika saya berusia lima tahun, Daddy mengajar saya menariwaltz. Sejak saat itu, setiap malam Tahun Baru, kami menari waltz berdua. Pada Hari ulang tahun saya yang kedua belas, yang bertepatan dengan malam tahun baru, Daddy memberikan kepada saya hadiah berupa long dress warna merah, dan kami berdua menari waltz bersama. Pada saat tersebut, saya benar-benar merasa seperti juga Sang Putri dalamkisah Cinderella yang sedang menari dengan Sang Pangeran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daddy mengasihisaya sehingga hampir semua permohonan saya selalu dikabulkan olehnya, iabenar-benar mengabdikan hidupnya hanya untuk saya seorang. Seharian Daddy harus bekerja di kantor, jadi satu-satunya yang membimbingsaya di rumah adalah Nenek, hal ini mengakibatkan saya terlibat pergaulanbebas, dan akhirnya mulai ketagihan narkoba. Hampir setiap hari saya pulang ke rumah setelah jauh malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian Daddy selalu menunggu kedatangan saya dengan sabar, Ia baru bisa tidur setelah saya berada di rumah kembali. Bahkan pada malamTahun baru yang terakhirpun, saya lebih senang merayakannya di diskotikbersama dengan anak-anak muda lainnya daripada bersama dengan Daddy, disitulah untuk pertama kalinya saya melihat Daddy mengeluarkan air mata. Karena kebutuhan saya akan narkoba semakin meningkat, maka akhirnya Saya mencuri uang tabungan yang seyogianya untuk masa tuanya Daddy, dan Melarikan diri ke Jakarta dengan harapan di sana saya bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa hidup mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari pertama saya tinggal numpang di rumah Om saya, dan ternyatamencari pekerjaan di Jakarta itu tidaklah mudah, sehingga akhirnya sayaterpaksa melamar bekerja di Klab Malam “Blue Ocean” sebagai pramuria. Kalaudahulu saya menari dengan Daddy, di sana saya terpaksa harus menari dengan pria yang sebaya dengan Daddy, bahkan tidak jarang di mana akhirnya saya bersedia untuk menemani mereka tidur di hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah satu bulan saya berada di Jakarta, saya menerima surat dari Daddyyang dialamatkan ke tempat kost saya, rupanya Daddy mengetahui alamat kost saya dari Om. Dalam seminggu saya menerima tiga surat bahkan terkadanglebih, tetapi tidak satu surat pun yang pernah saya balas, boro-boro dibalas, dibukapun tidak. Masalahnya saya merasa malu dan tidak berani membaca surat dari Daddy, saya merasa berdosa terhadap Daddy, bahkan saya merasa jijik terhadap diri saya sendiri. Sudah lebih dari satu tahun saya di Jakarta, tumpukan surat yang dikumpulkansudah ada beberapa dus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya ini saya simpan dengan rapi, hanya sayangnya ini hanya sekedar pajangan saja bagi saya, karena saya tidak berani dan mau membukanya. Saya tidak ingin mengetahui bahwa gadis kesayangannya Daddy, gadis yang sedemikian ia banggakannya, telah menjadi seorang pramuria, seorang prostitusi, bahkan sudah menjadi pencandu berat narkoba. Beberapa hari sebelum Tahun baru, saya menerima surat lagi yang ditulisdengan tulisan tangan yang sama, dan bentuk sampul yang sama, tetapi kaliini tidak dikirim melalui pos maupun ke alamat kost saya, melainkan dikirimdan dititipkan secara langsung ke klab malam tempat di mana saya bekerja.Dan ketika saya menanyakan siapa yang menitipkan surat tersebut, ternyatadari gambaran yang diberikan adalah Daddy sendiri yang telah khusus datangke Jakarta untuk mengantarkan surat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kali saya sudah tidak tahan lagi untuk membukanya, dengan air mata Yang turun berlinang saya baca surat tersebut, yang isinya sebagai berikut: “Lily my dearest beloved princess, Daddy sudah sejak lama tahu di mana kamubekerja, permohonan Daddy hanya satu saja: “Maukah kamu pulang kembali kerumah untuk menari bersama dengan Daddy ?” Setelah membaca surat tersebut, saya langsung pulang ke tempat kost Untuk membaca ratusan surat - surat lainnya yang belum saya buka, ternyata Semua surat isinya sama, di mana hanya tertulis satu pertanyaan saja yang Ditulis dengan tangan: “Maukah Lily menari kembali bersama dengan Daddy ?” Hari itu juga saya langsung mengambil keputusan untuk pulang ke rumah.Karena menjelang tahun baru, maka hampir semua pesawat fully book, sehinggaterpaksa saya membeli tiket dengan harga yang berkali lipat lebih tinggi,hanya dengan satu harapan saja agar saya bisa tiba di rumah sebelum malam Tahun baru nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya saya dirumah, saya langsung dipeluk dengan erat oleh Daddy, airmatanya turun berlinang dengan deras membasahi kepala saya. Dengan suaraterisak-isak Daddy bertanya sekali lagi: “Maukah Lily menari kembali bersama dgn Daddy ?” Saya mengangguk sambil menjawab: “YA, tapi apakah Daddy tahu, bahwa Lily yang sekarang ini bukanlah princess Daddy yang dahulu lagi ? Saya adalah seorang prostitusi yang kotor, bahkan yang telah mengidap Penyakit AIDS, apakah Daddy tidak malu menerima saya kembali, apakah Daddy tidak takut ketularan penyakit saya ?” Daddy tidak berkata sepatah katapun juga, ia hanya pergi memutar lagu kesayangannya “My Last Waltz”, dan memeluk saya dgn penuh kasih untuk mengajak saya menari seperti pada hari-hari Tahun baru sebelumnya , hanya ini kali selainnya diiringi oleh irama lagu, juga oleh tetesan air mata yangturun berderai. Tanpa saya ketahui, sejak Daddy ditinggal oleh saya, ia sering begadangmenunggu dan mengharapkan kedatangan saya kembali, di samping itu karenarasa duka yang sedemikian mendalamnya, sehingga akhirnya ia jatuh sakitkanker, dua minggu setelah Tahun baru Daddy menghembuskan nafasnya yangterakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ia mengetahui bahwa bahwa hari-hari terakhirnya telah mendekati,oleh sebab itulah ia telah memaksakan diri, walaupun dalam keadaan sakitsekalipun juga khusus untuk mengantarkan surat bagi saya ke Jakarta, hanya untuk mewujudkan keinginannya yang terakhir dimana ia bisa mendapatkankesempatan sekali lagi menari dengan putri kesayangannya. Masih terngiang-ngiang dikuping saya lirik dari lagu kesayangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Last Waltz”.....A little girl alone and so shyI had the last waltz with youTwo lonely people togetherI fell in love with youThe last waltz should last foreverBut the love we had was goin'&lt;br /&gt;Menjelang akhir tahun ini, banyak sekali orang tua yang mengharapkan Dan menunggu kedatangan dari anak-anaknya. Bagaimanapun keadaan dan situasi Anda pada saat sekarang ini, orang tua kita bisa menerima kita apa adanya, Dengan segala kelemahan maupun kelebihan kita, terlebih lagi mereka tidak maumengingat kesalahan-kesalahan kita di masa lampau, yang mereka inginkanhanya satu saja ialah dapat melihat dan memeluk putera dan puterinyakembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama lagi Anda akan menyuruh mereka menunggu ? Datang dan kembalilah sebelumnya terlambat ! Kalau keadaan tidak memungkinkan,telponlah mereka sambil mengatakan:&lt;br /&gt;I love you Mom &amp;amp; Dad&lt;br /&gt;Happy New Year &lt;br /&gt;Mang UcupEmail: &lt;a href="mailto:mang.ucup@gmail.com"&gt;mang.ucup@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Homepage : www.mangucup.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-9190978208445914093?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/9190978208445914093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=9190978208445914093&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9190978208445914093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9190978208445914093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/last-waltz.html' title='The Last Waltz'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-5549239485646096579</id><published>2006-12-12T11:29:00.000+08:00</published><updated>2006-12-12T16:35:30.733+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Healthty'/><title type='text'>Teknologi Sel Induk, Harapan Baru bagi Diabetesi</title><content type='html'>Diam-diam menghanyutkan. Pepatah ini agaknya pas untuk menggambarkan penyakit diabetes mellitus yang kehadirannya kerap tak disadari oleh si penderita. Tahukah Anda, cukup banyak pengidap diabetes (diabetesi) yang tidak menyadari dirinya terserang penyakit yang lazim disebut kencing manis ini. Pada 2006, di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 14 juta diabetesi. Dari jumlah itu, hanya 50 persen yang menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal, menurut dr Mulyono Soedirman SpB SpOT MBA, para diabetesi menghadapi ancaman komplikasi yang tidak ringan. Salah satunya adalah problem pada anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Komplikasi pada anggota gerak penderita kencing manis akan memengaruhi kualitas hidup mereka karena berisiko menyebabkan kecacatan permanen, bahkan kematian. Hal inilah yang seringkali terlambat disadari oleh penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penelitian menyebutkan, di seluruh dunia setiap 30 detik terdapat satu kaki penderita kencing manis yang diamputasi. ''Tanpa amputasi, diperkirakan sekitar 4 persen pengidap diabetes berakhir pada kematian,'' kata ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini kepada para wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kata Mulyono, hal tersebut bisa dicegah bila seorang diabetesi segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih dini. Karena itu, ia sangat berharap, pemerintah (Departemen Kesehatan) mempertimbangkan untuk memasukkan penanggulangan komplikasi akibat diabetes sebagai salah satu program kerja di bidang kesehatan. Ini diawali dari pencegahan dan penanganan dini dari komplikasi di pusat layanan kesehatan masyarakat tingkat pertama, seperti Puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, kini dikembangkan teknologi sel induk (stem cell) bagi penderita diabetes. Teknologi ini diharapkan bisa menjadi terobosan baru dalam pengobatan penyakit diabetes. Ini merupakan salah satu metode dalam dunia kedokteran yang membantu proses regenerasi sel. Proses ini memungkinkan sel-sel tubuh yang rusak bisa kembali normal. Sel yang rusak melakukan peremajaan dan mengalami proses pematangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi sel ini, menurut dr Santoso Cornain MD DSc dari Laboratorium Imunopatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mempunyai potensi besar untuk digunakan dalam pengobatan komplikasi akibat diabetes. Teknologi ini, kata dia, sudah diaplikasikan dalam pengobatan berbagai macam penyakit, termasuk diabetes, di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Thailand. Ini merupakan terobosan baru dalam bidang biologi kedokteran yang terus mengalami kemajuan. Hanya saja, hingga saat ini belum dilaksanakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santoso mengatakan, sel-sel induk yang dibiakkan dari jaringan -- baik jaringan embrionik maupun jaringan dewasa -- bisa dimasukkan ke dalam tubuh pengidap diabetes untuk menggantikan sel-sel yang telah rusak karena serangan penyakit. Misalnya, sel-sel beta pankreas pada pengidap diabetes tipe I yang telah rusak atau mengalami penurunan fungsi bisa diganti dengan sel induk pankreas yang diambil dan dibiakkan dari sel-sel beta pankreas yang masih berfungsi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel dari jaringan bukan pankreas seperti sel oval dari hati dan sel sumsum tulang pun bisa menjadi kluster dari sel induk yang menyerupai sel-sel beta pankreas dan berfungsi sesuai dengan kebutuhan penderita penyakit diabetes. Setelah dikembangbiakkan ternyata sel-sel itu berdiferensiasi dan mampu memproduksi insulin serta hormon lain yang sebenarnya diproduksi oleh sel alfa pankreas. ''Teknologi sel ini memang relatif baru, tapi potensial,'' tutur Santoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia mengakui, penerapan teknologi sel ini berisiko menimbulkan dampak negatif pada fungsi organ tubuh lain. Karena itu, ia mengingatkan, teknologi ini harus tetap dilakukan dengan panduan yang ketat. Sebab, pembiakan sel induk dari sel embrionik biasanya sulit terdiferensiasi. Penempatan sel induk juga berpotensi menumbuhkan tumor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasukan sel induk ke dalam tubuh untuk pengobatan juga seringkali menyebabkan penolakan dari tubuh sehingga si penerima harus terlebih dulu disuntik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi penolakan tersebut. ''Ini bisa membuat si pasien lebih rentan,'' katanya. ''Karena itu, bila Indonesia ingin mengembangkan metode pengobatan dengan teknologi sel induk ini, harus benar-benar menyiapkan panduan yang ketat.''(bur )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Â© 2006 Hak Cipta oleh Republika Online&lt;br /&gt;Hangtuah Digital Library&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-5549239485646096579?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/5549239485646096579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=5549239485646096579&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5549239485646096579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/5549239485646096579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/teknologi-sel-induk-harapan-baru-bagi.html' title='Teknologi Sel Induk, Harapan Baru bagi Diabetesi'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-4389866277660489294</id><published>2006-12-11T13:14:00.000+08:00</published><updated>2006-12-12T11:15:16.661+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Akulturasi Cina Benteng, Wajah Lain Indonesia</title><content type='html'>Posted on Monday, June 13 @ 11:22:49 PDT by &lt;a href="http://beta.blogger.com/"&gt;xuan-tong&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.budaya-tionghoa.org/modules.php?name=Topics"&gt;&lt;/a&gt;Sumber : Kompas&lt;br /&gt;TIDAK seperti Cina peranakan pada umumnya, Ong Gian (47) berkulit gelap. Matanya pun tidak sipit. Sehari-hari ia bekerja sebagai petani di Neglasari, Tangerang. Selain itu, ia juga awak kelompok kesenian gambang kromong yang sering tampil di acara-acara hajatan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek moyangnya adalah Cina Hokkian yang datang ke Tangerang dan tinggal turun- temurun di kawasan Pasar Lama. Mereka masuk dengan perahu melalui Sungai Cisadane sejak lebih 300 tahun silam. Cina Benteng memang selalu diidentifikasi dengan stereotip orang Cina berkulit hitam atau gelap, jagoan bela diri, dan hidupnya pas-pasan atau malah miskin. Sampai sekarang, ternyata mereka juga tetap miskin meski sudah jarang yang jago bela diri. Meski ada beberapa yang sudah berhasil sebagai pedagang, sebagian besar Cina Benteng hidup sebagai petani, peternak, nelayan. Bahkan, ada juga pengayuh becak.&lt;br /&gt;SEJARAH Cina Tangerang memang sulit dipisahkan dengan kawasan Pasar Lama (Jalan Ki Samaun dan sekitarnya) yang berada di tepi sungai dan merupakan permukiman pertama masyarakat Cina di sana. Struktur tata ruangnya sangat baik dan itu merupakan cikal-bakal Kota Tangerang. Mereka tinggal di tiga gang, yang sekarang dikenal sebagai Gang Kalipasir, Gang Tengah (Cirarab), dan Gang Gula (Cilangkap). Sayangnya, sekarang tinggal sedikit saja bangunan yang masih berciri khas pecinan. Pada akhir tahun 1800-an, sejumlah orang Cina dipindahkan ke kawasan Pasar Baru dan sejak itu mulai menyebar ke daerah-daerah lainnya. Menurut Tagara Wijaya, yang bernama asli Oey Tjie Hoeng (77), yang menjabat Ketua Umum Klenteng Boen Sen Bio (1967-1978), Pasar Baru pada tempo dulu merupakan tempat transaksi (sistem barter) barang orang- orang Cina yang datang lewat sungai dengan penduduk lokal. Mengenai asal-usul kata Cina Benteng, menurut sinolog dari Universitas Indonesia, Eddy Prabowo Witanto MA, tidak terlepas dari kehadiran Benteng Makassar. Benteng yang dibangun pada zaman kolonial Belanda itu-sekarang sudah rata dengan tanah-terletak di tepi Sungai Cisadane, di pusat Kota Tangerang.&lt;br /&gt;Pada saat itu, kata Eddy, banyak orang Cina Tangerang yang kurang mampu tinggal di luar Benteng Makassar. Mereka terkonsentrasi di daerah sebelah utara, yaitu di Sewan dan Kampung Melayu. Mereka berdiam di sana sejak tahun 1700-an. Dari sanalah muncul, istilah "Cina Benteng". Tahun 1740, terjadi pemberontakan orang Cina menyusul keputusan Gubernur Jenderal Valkenier untuk menangkapi orang-orang Cina yang dicurigai. Mereka akan dikirim ke Sri Lanka untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan milik VOC. Pemberontakan itu dibalas serangan serdadu kompeni ke perkampungan-perkampungan Cina di Batavia (Jakarta). Sedikitnya 10.000 orang tewas dan sejak itu banyak orang Cina mengungsi untuk mencari tempat baru di daerah Tangerang, seperti Mauk, Serpong, Cisoka, Legok, dan bahkan sampai Parung di daerah Bogor. Itulah sebabnya banyak orang Cina yang tinggal di pedesaan di pelosok Tangerang-di luar pecinan di Pasar Lama dan Pasar Baru. Meski demikian, menurut pemerhati budaya Cina Indonesia, David Kwa, mereka yang tinggal di luar Pasar Lama dan Pasar Baru itu tetap disebut sebagai Cina Benteng. Sebagai kawasan permukiman Cina, di Pasar Lama dibangun kelenteng tertua, Boen Tek Bio, yang didirikan tahun 1684 dan merupakan bangunan paling tua di Tangerang. Lima tahun kemudian, 1869, di Pasar Baru dibangun kelenteng Boen San Bio (Nimmala). Kedua kelenteng itulah saksi sejarah bahwa orang-orang Cina sudah berdiam di Tangerang lebih dari tiga abad silam.&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, sarjana Seni Rupa dan Desain ITB Jurusan Desain Komunikasi Visual, Y Sherly Marianne, antara lain menyebutkan, sekitar 80 persen dari 19.191 warga Kelurahan Sukasari di Kotamadya Tangerang adalah orang Cina Benteng. Angka statistik April 2002 ini tidaklah mengherankan karena Pasar Lama masuk dalam wilayah Sukasari. Menurut Sherly, kehidupan masyarakat Cina Benteng memang keras agar bisa bertahan hidup. Sebab, sebagian besar pekerjaan mereka bukan dalam bidang ekonomi, tetapi sebagai petani di pedesaan. YANG unik dari masyarakat Cina Benteng adalah bahwa mereka sudah berakulturasi dan beradaptasi dengan lingkungan dan kebudayaan lokal. Dalam percakapan sehari-hari, misalnya, mereka sudah tidak dapat lagi berbahasa Cina. Logat mereka bahkan sudah sangat Sunda pinggiran bercampur Betawi. Ini sangat berbeda dengan masyarakat Cina Singkawang, Kalimantan Barat, yang berbahasa ina meskipun hidup kesehariannya juga banyak yang petani miskin. Logat Cina Benteng memang khas. Ketika mengucapkan kalimat, "Mau ke mana", misalnya, kata "na" diucapkan lebih panjang sehingga terdengar "mau kemanaaaa".&lt;br /&gt;Di bidang kesenian, mereka memainkan musik gambang kromong yang merupakan bentuk lain akulturasi masyarakat Cina Benteng. Sebab, gambang kromong selalu dimainkan dalam pesta-pesta perkawinan, umumnya diwarnai tari cokek yang sebenarnya merupakan budaya tayub masyarakat Sunda pesisir seperti Indramayu. Meski demikian, masyarakat Cina Benteng masih mempertahankan dan melestarikan adat istiadat nenek moyang mereka yang sudah ratusan tahun. Ini terlihat pada tata cara upacara perkawinan dan kematian. Salah satunya tampak pada keberadaan "Meja Abu" di setiap rumah orang Cina Benteng. "Tidak usah dipertentangkan. Realitasnya, masyarakat Cina Benteng memang sudah berakulturasi dengan lingkungan lokal, tapi mereka juga masih memegang adat istiadat kepercayaan nenek moyang dan leluhur mereka," kata Eddy.&lt;br /&gt;Beberapa tradisi leluhur yang masih dipertahankan antara lain Cap Go Meh (perayaan 15 hari setelah Imlek), Pek Cun, Tiong Ciu Pia (kue bulan), dan Pek Gwee Cap Go (hari kesempurnaan). Demikian pula panggilan encek, encim, dan engkong masih digunakan sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih tua. "Juga salam (pai) tetap dipertahankan dalam keluarga Cina Benteng pada saat bertemu dengan orang lain," kata Asiuntapura Markum (55) yang lahir di Tangerang. Yang khas dari masyarakat Cina Benteng adalah pakaian pengantin yang merupakan campuran budaya Cina dan Betawi. Pakaian pengantin laki-laki, kata Eddy, merupakan pakaian kebesaran Dinasti Ching, seperti terlihat dari topinya, sedangkan pakaian pengantin perempuan hasil akulturasi Cina-Betawi yang tampak pada kembang goyang. SECARA ekonomi, masyarakat tradisional Cina Benteng hidup pas-pasan sebagai petani, peternak, nelayan, buruh kecil, dan pedagang kecil. Ny Kenny atau Lim Keng Nio (48) yang tinggal di Gang Cilangkap RT 03 RW 02, Kelurahan Sukasari, Tangerang, misalnya, setiap hari harus bangun pagi-pagi untuk membawa dagangan kue ke pasar. Ong Gian, petani sawah di Neglasari yang nyambi menjadi pemain musik gambang kromong, juga harus bekerja keras untuk bisa mempertahankan hidup.&lt;br /&gt;Fenomena Cina Benteng, kata Eddy, merupakan bukti nyata betapa harmonisnya kebudayaan Cina dengan kebudayaan lokal. Lebih dari itu, keberadaan Cina Benteng seakan menegaskan bahwa tidak semua orang Cina memiliki posisi kuat dalam bidang ekonomi. Dengan keluguannya, mereka bahkan tak punya akses politik yang mendukung posisinya di bidang ekonomi. David Kwa lebih melihat fenomena Cina Benteng sebagai contoh dan bukti nyata proses pembauran yang terjadi secara alamiah. Masyarakat Cina Benteng hampir tidak pernah mengalami friksi dengan etnis lainnya. Kenyataan ini membuat David yakin, persoalan sentimen etnis lebih bernuansa politis yang dikembangkan oleh orang-orang yang punya kepentingan politik. Realitas Cina Benteng yang tinggal di pusat kekuasaan politik dan ekonomi menunjukkan, masyarakat etnis Cina sesungguhnya sama dengan etnis lainnya. Ada yang punya banyak uang, tetapi ada pula yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan, Ridwan Saidi, pengamat budaya dari Betawi, melihat realitas Cina Benteng sebagai wajah lain Indonesia. Ada yang kaya, tetapi tidak sedikit pula yang miskin. Bagi mereka, wajar kalau perayaan Tahun Baru Imlek menjadi pengharapan agar rezeki di tahun baru ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Wajar pula bahwa meski sudah berakulturasi begitu dalam, mereka tetap membeli bunga sedap malam dan bersembahyang di kelenteng-kelenteng. (Robert Adi KSP)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-4389866277660489294?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/4389866277660489294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=4389866277660489294&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/4389866277660489294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/4389866277660489294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/akulturasi-cina-benteng-wajah-lain.html' title='Akulturasi Cina Benteng, Wajah Lain Indonesia'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-8411710242634816649</id><published>2006-12-11T12:25:00.000+08:00</published><updated>2006-12-11T12:32:32.264+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religion'/><title type='text'>SEANDAINYA YESUS TIDAK LAHIR ?</title><content type='html'>Kategori: Artikel – Natal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin berlangganan gratis “ Elia’s Stories” kirimkan email kosong ke elia-stories-subscribe@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christianto Wibisono – suarapembaruan.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NATAL 2005 di Amerika Serikat (AS) diwarnai perang dingin kelompok mainstream konservatif religius menangkis serangan kelompok ateis Tranzi, yang ngotot ingin menghapus ciri Yesus Kristus dan istilah Christmas dalam perayaan akhir tahun itu. John Gibson, pemandu Fox News, menulis buku War on Christmas yang laris dan didukung konsumen mengancam memboikot toko seperti Walmart, Target, dan Macy, yang menghapus istilah Christmas. Kubu konservatif masih bisa mempertahankan istilah Christmas tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolumnis ateis Christopher Hitchens dengan sinis malah menyamakan Natal dengan kultus individu terhadap Kim Il -sung dan Kim Jong-il. Ini fakta pahit dekadensi moral kelompok Tranzi pascademokrasi liberal Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya sejak 1994 Dr James Kennedy sudah menulis buku kontroversial berjudul What If Jesus Had Never Been Born? - Seandainya Jesus tidak pernah lahir? Buku itu merupakan kontra argumen terhadap arus besar ateisme dan sekularisme yang melanda Eropa Barat dan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James menekankan kontribusi dan akar filosofi moral kemanusiaan. Mulai dari HAM, pendidikan umum dan kebebasan individu, demokrasi, semangat dan etos kerja, santunan kesehatan masyarakat, perkembangan musik dan kesenian, serta iptek yang progresif. James tidak lupa menyorot sejarah negatif seperti inkuisisi dan antisemitisme serta korupsi dan skandal yang menimpa Gereja Katolik maupun Protestan hingga kurun waktu abad ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara integral, kontribusi kekristenan tetap lebih besar daripada aspek negatif yang sempat mencemari kekristenan. James menyebut belasan pakar besar penemu iptek yang sangat religius dan jauh dari sekuler atau ateis. Antara lain, Newton , Maxwell, Faraday, Kelvin, Lister, Pasteur, Boyle, Mendel, Pascal, dan Kepler. Secara fair James juga mengakui kekeliruan gereja yang pernah menghukum Galileo Galilei dan bersikukuh pada dogma Alkitabiah yang keliru tentang matahari dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit manusia sejak zaman purba ialah tidak pernah ingin mengakui kesalahan diri sendiri dan mawas diri. Melainkan asyik mencari kesalahan atau mengkambinghitamkan orang dan sebab lain, di luar dirinya sendiri. Kemudian, menular ke solidaritas suku, ras, etnis, agama, chauvinisme sempit, kelas menurut ajaran komunis. Lahirlah dogma right or wrong my country, my race, my ethnic group, my co-religionist, my working class or my poor class.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip moral yang hakiki yaitu Right is right and wrong is wrong diabaikan. Yang salah bisa dibenarkan, jika pelakunya sesama ras, etnis, agama, bangsa, kelas. Jadi kalau orang mis kin, kulit berwarna membunuh orang kaya dan kulit lain, ya dimaafkan dan tidak perlu dihukum berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau koruptor tertangkap tetapi ada beking partai, klik dan elite, maka hanya dijatuhi hukuman ringan. Kalau pelanggar HAM diadili, hanya basa-basi karena toh akan dibebaskan. Padahal, setelah berkuasa para eks pejuang itu kemudian juga korupsi, serta malah melakukan tindakan penindasan dan penjarahan serta pembantaian sesama bangsa, yang malah lebih sadis ketimbang kekuatan kolonialisme dan imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah orang berani membandingkan kejahatan oleh diktator lokal, domestik, nasional pribumi yang jauh lebih kejam dibanding penguasa kolonial. Seandainya penguasa kolonial Inggris, Prancis, Belanda, dan lain-lain tidak dibatasi oleh teologi dan iman Kristen tentang kemanusiaan dan HAM, barangkali pejuang seperti Nehru, Gandhi, Sukarno, dan lain-lain, akan sudah mengalami nasib seperti Munir atau Ali Bhutto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejam-kejamnya kolonialis Inggris, mereka ti dak membunuh Nehru atau Gandhi, yang malah akan tewas di tangan ekstremis Hindu. Sekejam-kejamnya Inggris, mereka tidak menggantung Ali Bhutto, yang malah dibunuh oleh mantan Panglima yang diangkatnya, Zia Ul Haq. Sekejam-kejamnya Belanda, tidak membiarkan Bung Karno tidak terawat tanpa obat yang mempercepat kematian proklamator di tangan bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara empiris, korban pembantaian oleh rezim diktator sesama bangsa, baik dalam perang saudara maupun pelanggaran HAM berat seperti di Jerman Nazi, Stalin, dan Mao Zedong, adalah jauh lebih besar daripada perang antara bangsa dan perang dunia. Fakta empiris itu secara khusus diteliti Prof RJ Rummel guru besar ilmu politik University of Hawaii , dalam dua buku Death by Government dan Power Kills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu 18 Desember Evo Morales baru saja memenangkan pilpres Bolivia . Ia menjadi penduduk Indian pertama setelah 180 tahun sebagai Presiden Bolivia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Amerika Latin adalah contoh kemunafikan elite. Simon Bolivar pertama kali mendirikan suatu republik, Kolombia, yang meliputi lima negara, Bolivia , Ekuador , Panama , Peru , dan Venezuela . Tetapi, federasi yang ingin meniru AS itu hanya berumur 11 tahun dan bubar 1930 ketika masing-masing negara ingin merdeka sendiri. Simon Bolivar (1783 - 1830) malah meninggal ketika akan mengasingkan diri ke Eropa karena frustrasi, padahal umurnya baru 47 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Amerika Latin selama 200 tahun merdeka memang berbeda dari AS, karena penuh dengan kudeta, junta militer, rezim kiri populis model Stalin-Mao, yang juga gagal menyejahterakan rakyatnya. Sekarang orang hiruk-pikuk menyambut Morales sebagai calon trio anti-AS, Castro-Chavez-Morales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, apa yang perlu dibanggakan dari Kuba? Anak perempuan Fidel Castro sendiri kabur mencari suaka karena tidak bahagia hidup di bawah rezim diktator sang ayah. Venezuela memang seolah sukses karena memiliki rezeki minyak seperti negara-negara Arab. Tetapi, apa kah HAM, demokrasi dan institusi yang menunjang kreativitas dan produktivitas jangka panjang punya prospek di situ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang terlena romantisisme Che Guevarra, padahal ia pun kejam, tega terhadap kawan, sangat Machiavellis dan jika berkuasa pasti akan jadi seperti Pol Pot. Tetapi, apa boleh buat, orang Dunia Ketiga lebih tertarik pada romantisme model Che Guevara ketimbang teknokrat model Hernando de Soto, Guillermo Yeatts, atau AlvaroVargas Llosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Amerika Latin adalah karena tidak ada institusi yang menghormati HAM dan property rights dalam supremasi hukum yang impartial dan tidak terbajak oleh kelompok sektarian, primordial ("Washington Watch", 22 November, Red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Amerika Latin yang notabene mayoritas Katolik juga perlu dicatat, bahwa kekristenan mempunyai dinamika yang memberi warna dan pengaruh yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Utara dalam semangat reformasi Protestan, memberi peluang pada pertumbuhan masyarakat kreatif, demokratis, progresif yang secara simultan mendongkrak tingkat kesejahteraan material spiritual rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi dunia memang sedang krusial. Di Barat terjadi gelombang pasang antireligi, sedang di Timur gelombang pasang fanatisme jihad. Di Barat, sebagian elitenya bunuh diri secara filosofis dan ideologis dengan mengingkari akar sejarah dan jati diri kekristenan. Di Timur gelombang populisme membajak agama untuk meluncurkan perang jihad kepada manusia yang berbeda ciri primordialnya baik etnis, ras, maupun agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia sedang menghadapi perang peradaban bukan hanya antara tiga rumpun agama keturunan Abraham, tetapi juga skizofrenia, retak jiwa dalam, pewaris demokrasi liberal Barat dan tradisi Judeo-Christianity Eropa yang mengingkari kebenaran dan tidak yakin terhadap sistem nilai hidup mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum ateis ingin mengubur warisan itu dan mengganti dengan ideologi Tranzi. Maka tidak perlu heran jika dalam satu abad, seluruh dunia bakal jadi Dunia Ketiga, tanpa kemanusiaan, dan tanpa moralitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Elton John mulai kawin resmi sejenis, karena itu dalam tempo satu generasi akan punah karena tidak akan ada Elton John Jr. Sistem nilai Dunia Ketiga dan ideologi Tranzi akan mendominasi dunia. Semua orang akan jadi Zia Ul Haq terhadap Ali Bhutto, dan sewaktu-waktu bisa di"munir"- kan tanpa proteksi hukum dan HAM. Semua orang terancam mirip perang Hutu melawan Tutsi di Rwanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya kondisi dan situasi Barat sekarang ini sudah bukan seandainya Yesus tidak pernah lahir, melainkan benar-benar sudah suatu perang terbuka untuk mengharamkan segala sesuatu berkonotasi Yesus Kristus, Kristen, dan Natal (Christmas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang boleh ber-Hanukah (hari libur Yahudi), ber-Kwanza (hari Afrika Hitam) ber-Waisak, Imlek dan bahkan ber-Idul Fitri. Tapi ber-Natal, ber-Kristus, ber-Christmas justru dilecehkan bahkan digugat ke pengadilan oleh kelompok Tranzi ateis bule tulen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dimensi ini barangkali orang bisa menjawab pertanyaan dungu para ateis keblinger? Di mana Tuhan, Yesus Kristus, waktu WTC diserang pada 11 September? Tuhan tentu hanya tersenyum: "Lho, saya tidak ke mana-mana. Saya terus-menerus ada di mana mana di segala zaman. Cuma kalian saja yang mengusir saya dari imajinasi, inteligensi, dan hati nurani kalian, yang telah dirusak oleh kanker imoralitas, kedunguan primitif, dan naluri hukum rimba kebinatangan penebar kebencian antarmanusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan versi infinity tidak bisa dikungkung oleh abad ke-7 atau abad ke-21 sekalipun. Sebab manusia generasi Elton John akan segera punah setelah mereka tidak berketurunan. Sedang yang lain lenyap dimusnahkan oleh Weapon of Moral Destruction, imoralitas yang tidak bisa membedakan mana teroris dan mana korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teroris boleh membunuh atas nama orang melarat. Korban tidak boleh menuntut keadilan bagi teroris karena dianggap pantas dibunuh. Itulah moral dunia pasca-9/11 dan pasca-Kristus. Lucu sekali setelah membunuh dan mengusir Tuhan, semua berlagak pilon menanyakan di mana Tuhan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-8411710242634816649?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/8411710242634816649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=8411710242634816649&amp;isPopup=true' title='96 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/8411710242634816649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/8411710242634816649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/seandainya-yesus-tidak-lahir.html' title='SEANDAINYA YESUS TIDAK LAHIR ?'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>96</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-6282567090096737266</id><published>2006-12-11T12:09:00.000+08:00</published><updated>2006-12-11T12:43:46.834+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Finance'/><title type='text'>DIVESTASI DAN DEBT FACTORING BPPN KAITANNYA DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE</title><content type='html'>by: Irvany Ikhsan (&lt;a href="http://goodcorporate-governance.blogspot.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://goodcorporate-governance.blogspot.com/&lt;/a&gt;)I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pendahuluan&lt;br /&gt;Krisis keuangan Asia Tenggara merupakan salah satu krisis terdahsyat di abad ke dua puluh. Krisis tersebut ditandai dengan didevaluasinya Thai Baht di bulan Juli 1997 yang selanjutnya diikuti oleh devaluasi mata uang lainnya. Pangestu, Mari dan Habir, Manggi (2002). Krisis keuangan di Indonesia dimulai dengan terdepresiasinya rupiah secara drastis sehingga mengakibatkan banyak perusahaan-perusaha an baik swasta lokal maupun asing serta BUMN yang mengalami kerugian akibat kurs yang melonjak hampir lima kali lipat yang membuat mereka gagal dalam memenuhi kewajiban pelunasan pokok maupun bunga. Lindgren, Carl-Johan dan Balino, Thomas JT (1999). Untuk itu pemerintah membentuk beberapa lembaga seperti BPPN, INDRA, JITF serta juga membentuk Komite Kebijakan Sektor Keuangan sebagai badan mediasi atau berfungsi sebagai koordinator badan-badan lainya. Robinson, Richard dan Hadiz, Vedi R (2004). BPPN untuk menyehatkan perbangkan, INDRA dan JITF berfungsi untuk mengkoordinir negosiasihutang-hutang perusahaan dengan para kreditur dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BPPN&lt;br /&gt;Sebagai langkah antisipatif pemerintah untuk menangani krisis maka dibentuklah suatu Badan Penyehatan Perbankan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.27 Tahun 1998. Berdasarkan Keppres tersebut BPPN dipimpin oleh seorang kepala, wakil ketua dan lima orang deputi kepala. Lima deputi kepala BPPN tersebut adalah Deputi Kepala BPPN Bidang Asset Management Invesment (AMI), Deputi Kepala BPPN Bidang Asset Management Credit (AMC), Deputi Kepala BPPN Bidang Bank Restructuring Unit (BRU), Deputi Kepala BPPN Bidang Risk Management, dan Deputi Kepala BPPN Bidang Support &amp; Administration. Adiningsih, Sri (2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Asset Management Credit&lt;br /&gt;AMC dapat juga disebut sebagai bad bank yaitu lembaga yang mengurusi atau menampung masalah kredit macet yang bermasalah sehingga dapat direktrukturisasi atau dijual. Adiningsih, Sri (2001). Secara umum yang dilakukan oleh AMC adalah dengan melelang hutang-hutang yang dikelolalnya kepada perusahaan yang berminat untuk membeli baik perusahaan lokal maupun perusahaan luar negeri. Pihak-pihak yang terkait erat dalam pelelangan tersebut adalah Kantor Akuntan Publik sebagai auditor, Notaris untuk menyiapkan dokumen legalitas seperti akte jual beli, Perusahaan-perusaha an sekuritas yang bertugas sebagai penghubung antara AMC dengan pihak pembeli hutang yang dilelang, serta KKSK (dan IMF tentunya) sebagai pengawas atau pengaman agar hutang-hutang tersebut dijual sesuai dengan kebijakan yang sudah ditetapkan (tugas KKSK sesuai LOI dengan IMF mengawasi penjualan hutang-hutang diatas Rp. 50 Milyar). Bapepam dan BEJ pun berkepentingan atas transaksi tersebut jika perusahaan yangmenjual hutangnya adalah perusahaan yang tercatat di BEJ maupun BES.Misalnya PT Mas Murni Indonesia Tbk di dalam Laporan Audit tahun 2004 dinyatakan bahwa, melalaui Sales and Puschase antara BPPN dan Brentfield Investment Ltd Hongkong (laporan audit catatan 18 dan 28) sepakat untuk mengambil alih semua hutang sebesar Rp. 615 Milyar. Contoh lain PT Suryainti Permata Tbk dinyatakan di dalam laporan audit tahun 2004 bahwa BPPN telah mengalihkan hutang perseroan kepada Eastlion Worldwide Ltd Singapura (catatan 13) sebesar Rp. 60 Milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Asset Management Invesment&lt;br /&gt;AMI berfungsi melakukan divestasi perusahaan yang sudah disehatkan karena hutangnya telah direstrukturisasi atau sudah dialihkan ke bad bank. .Adiningsih, Sri (2001). Contoh divestasi ini adalah dijualnya Bank Lippo ke konsorsium Swiss Asia Global, PT Gajah Tunggal Tbk ke konsorsium Garibaldi singapura, Bank BCA ke Farallon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Company Registry&lt;br /&gt;Setiap perusahaan yang berdiri tentunya memiliki nomor register dan tercatat di company registry masing masing negara. Untuk negara yang cukup maju seperti Hongkong maupun Singapura, setiap perusahaan yang terbentuk akan memperoleh nomor register dan nama perusahaan serta akan tercatat di dalam data base komputer sehingga dengan mudah, sangat mudah kalau boleh dikatakan, bahwa dapat di akses oleh kalangan bisnis maupun setiap orang (siapa saja tanpa biaya) yang ingin mengecek keberadaan suatu perusahaan dimana alamatnya dan berapa nomor registernya melalui internet maupun on the spot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah dilakukan namun sepertinya masih banyak yang belum tahu cara mengecek keberadaan suatu perusahaan di suatu negara melalui situs resmi pemerintah yang bersangkutan. Dan jika kita coba cek keberadaan dari perusahaan yang mengambil alih hutang atau yang mengambil alih saham hasil divestasi, anehnya nama-nama perusahaan sebagai contoh di atas (masih sangat banyak yang lainnya), yaitu Brentfield Investment Ltd Hongkon, Eastlion Worldwide Ltd Singapura, Konsorsium Swiss Asia Global Singapura (di cek ke swiss pun nihil hasilnya), Konsorsium Garibaldi Singapura, semua nama-nama tersebut tidak terdaftar di negara dimana nama-nama tersebut disebutkan. Tentunya hal ini disadari oleh pihak-pihak yang terlibat langsung seperti BPPN, KKSK, IMF, KAP, Notaris, Perusahaan Sekuritas, Bapepam, BEJ, BES dan seterusnya, sehingga dapat dikatakan bahwa transaksi yang dilakukan AMI dan AMC dan pihak terkait lainnya adalah transasksi rekayasa, yang hanya ada di atas kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta tersebut di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah mencoba meneliti pergerakan harga saham perusahaan-perusaha an yang didivestasi dan debt factoring oleh BPPN dengan latar belakang dan kondisi kejadian dari transaksi penjualan sebagaimana diuraikan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Landasan Teori&lt;br /&gt;Perusahaan adalah kumpulan kontrak-kontrak (nexus of contracts). Kontrak antara stakeholder. Para stakeholder ini mempunyai kepentingan masing-masing. Karyawan atas upah, pemeggang saham atas dividen dan capital gains, pemerintah atas royalti atau pajak, dan lain-lain. Untuk menjamin kepentingan tersebut terpenuhi sesuai dengan kesepakanatan dalam kontrak maka diterapkanlah suatu pinsip yang dinamakan Good Corporate Governance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Shleifer dan Vishny (1997), dijelaskan bahwa corporate governance sebagai bagian dari cara atau mekanisme untuk meyakinkan para pemilik modal dalam memperoleh imbal hasil (return) yang sesuai dengan investasi yang telah ditanamkan. Pendapat lain diungkapkan oleh Prowsen (1998) yang mengatakan bahwa corporate governance merupakan alat untuk menjamin direksi atau manajer bertindak yang terbaik menurut kepentingan investor luar (kreditor dan investor publik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 2 model corporater governance (Tabalujan, 2002), yaitu :&lt;br /&gt;Market-based model: Model ini lebih memfokuskan pada upaya memaksimalkan shareholder value. Pada model ini, corporate governance didefiniskan sebagai proses pengendalian terhadap manajemen untuk memastikan bahwa perusahaan dijalankan dalam rangka memaksimalkan nilai pemegang saham (shareholder value).&lt;br /&gt;Relationship- based model: Model ini memberi penekanan pada upaya memaksimalkan kepentingan (interest) dari kelompok stakeholder yang lebih luas, tidak sebatas pada shareholder. Pada model ini, perusahaan dipandang sebagai sebuah entitas produktif dimana berbagai macam stakeholder mempunyai kepentingan terhadap perusahaan, tidak sebatas kepentingan shareholder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua pengertian Good Corporate Governance di atas jelas bahwa agents harus jujur dan transparan dalam menjalakan operasi perusahaan sehingga tidak akan merugikan atau berbohong kepada stakeholdernya. Jujur dan transparan dalam artian tidak akan melakukan manipulasi dalam setiap kegiatan yang menyangkut dengan perusahaan, sehingga diharapkan Laporan Keuangan, Surat Pemberitahuan Tahuanan Pajak, dan pelaksanaan kontrak-kontra lainnya tidak ada unsur kesengajaan untuk merugikan para stakeholder.&lt;br /&gt;Jika memang telah jujur dan transparan maka dapat dikatakan bahwa penerapan Good Corporate Governance telah berhasil, sedangkan sebaliknaya jika masih dapat dibuktikan baik yang terdapat didalam Laporan Keuangan, SPT Pajak, mau pun berita di mass media bahwa perusahaan bersangkutan telah dengan sengaja merugikan stakeholder maka dapat dikatakan penerapan Good Corporate Governance hanyalah kosmetik belaka.&lt;br /&gt;Terbentuknya harga saham di bursa efek merupakan proses bid dan offer yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas dan perusahaan sekuritas tersebut juga yang terlibat dalam mekanisme penjualan hutang dan penjualan saham oleh BPPN. Tentunya perusahaan-perusaha an sekuritas tersebut mengetahui bahwa para pembeli instrumen hutang dan ekuitas adalah perusahaan yang tidak terdaftar di negara dimana perusahaan tersebut dinyatakan. Karena sudah ada kesepakatan tahu sama tahu antara BPPN dan market maker maka harga saham yang terbentuk juga merupakan harga kesepakatan bersama bukan dilepas ke dalam mekanisme pasar. Dari uraian tersebut maka dikembangkan hipotesa sebagai berikut:&lt;br /&gt;H1 : tidak ada pergerakan harga saham yang signifikan pada saat BPPN mengumumkan divestasi dan debt factoring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Data&lt;br /&gt;Data untuk penelitian ini diambil dari laporan transaksi harian yang diterbitkan oleh Bursa Efek Jakarta. Perusahaan yang dijadikan sampel penelitian terdiri dari 54 perusahaan yang sahamnya didivestasi dan hutang-hutangnya dilakukan debt factoring. Data penjualan yang diambil untuk dilakukan pengamatan adalah 30 hari sebelum dan 30 hari sesudah adanya pengumuman divestasi atau sesudah adanya pengumuman pengalihan hutang atau debt factoring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hasil&lt;br /&gt;Dari pengujian statistik sederhana dapat terlihat jelas bahwa 30 hari sebelum dan 30 hari sesudah tidak ada return yang signifikan atau dapat dikatakan tidak ada gejolak harga yang signifikan dari pengumuman divestasi yang dilakukan BPPN sehingga dengan demikian hipotesa terbukti. (hasil lengkap pengujian statistik, lihat lampiran di bawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kesimpulan&lt;br /&gt;Karena adanya transaksi yang aneh yang melibatkan perusahaan-perusaha an tidak bernomor register alias fiktif dimana transaksi tersebut terlaksana dengan banyak melibatkan pihak seperti BPPN, KKSK, IMF, Bapepam, BEJ, BES, KAP, Notaris, Perusahaan sekuritas secara massal maka ketika BPPN melakukan divestasi atas sahamnya dan debt factoring tidak terjadi reaksi yang signifikan atas harga saham tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi rekayasa dalam penyelesaian penjualan hutang dan divestasi yang dilakukan secara bersama-sama, yaitu oleh praktisi pasar modal, otoritas pasar modal, pengawas pasar modal, dan pihak-pihak yang terkait lainnya yang menyebabkan kerugian bagi pemeggang saham minoritas dan stakeholder pada umumnya yaitu masyarakat sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan GCG di Indonesia masih sangat rendah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-6282567090096737266?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/6282567090096737266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=6282567090096737266&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/6282567090096737266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/6282567090096737266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/divestasi-dan-debt-factoring-bppn.html' title='DIVESTASI DAN DEBT FACTORING BPPN KAITANNYA DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-4688106650747918319</id><published>2006-12-08T12:35:00.002+08:00</published><updated>2006-12-08T12:48:39.668+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Finance'/><title type='text'>Dampak psikologis BI Rate</title><content type='html'>Bank Indonesia akhirnya mewujudkan impiannya menurunkan suku bunga BI Rate menjadi satu digit tahun ini. Melalui rapat dewan gubernur kemarin, bank sentral kembali menurunkan suku bunga BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 9,75%, di bawah level psikologis sebesar 10%. Penurunan itu merupakan yang ketujuh kali selama tahun ini dengan total 300 basis poin.&lt;br /&gt;Kebijakan BI itu tentu cukup memberikan angin segar bagi industri perbankan nasional. Setelah cukup lama berada pada kondisi yang 'tidak nyaman', karena terpaksa harus menetapkan suku bunga yang cukup tinggi untuk menahan laju inflasi, menjaga interest rate differential, sehingga membuat rupiah tidak terperosok, BI kini setidaknya bisa lebih yakin dalam mengelola kebijakan moneternya.&lt;br /&gt;Kendati BI Rate sudah berada di level satu digit, kondisi itu masih relatif lebih tinggi dibandingkan dengan posisi bunga tiga bulan di Vietnam sebesar 8%, bunga overnight di Filipina 7,5%, dan T- Bill untuk 91 hari di India sebesar 6,5%. Artinya, risiko investasi di Indonesia masih relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara pesaing tersebut dalam menarik dana global.&lt;br /&gt;Ekonomi memang tidak lepas dari masalah persepsi. Penurunan suku bunga BI Rate menjadi satu digit bisa memberikan dampak psikologis yang cukup signifikan bagi iklim investasi. Risiko usaha menjadi lebih rendah dan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia akan meningkat.&lt;br /&gt;Namun, hal yang lebih penting disikapi dari penurunan BI Rate adalah apakah penurunan suku bunga itu mampu mendorong perbankan mengekspansi kredit lebih besar, menurunkan risiko kredit, hingga menggerakkan sektor riil? Dana-dana menganggur yang selama ini hanya ditempatkan dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia bisa disalurkan dalam bentuk kredit ke sektor riil.&lt;br /&gt;Upaya ini memang bukan hanya menjadi tanggung jawab BI. Ini karena di dalamnya tersangkut bidang lain, seperti iklim investasi yang kondusif, perdagangan, perindustrian, dan masalah penegakan hukum.&lt;br /&gt;Penurunan BI Rate sebesar 300 basis poin telah memberikan insentif yang cukup signifikan bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya, meski hal itu harus dilakukan secara bertahap. Dampak penurunan suku bunga memang baru terasa dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan kemudian. Namun, hal itu setidaknya telah memberikan sinyal positif bagi dunia usaha untuk bisa ekspansi dengan mengandalkan dana perbankan.&lt;br /&gt;Penurunan suku bunga juga akan mendorong bank maupun korporasi untuk menerbitkan obligasi guna membiayai usahanya dengan biaya yang relatif lebih rendah. Penerbitan obligasi akan sangat membantu korporasi dan bank dalam mendapatkan sumber dana jangka panjang untuk menggerakkan proyek jangka panjang seperti infrastruktur.&lt;br /&gt;Momentum penurunan suku bunga BI Rate bisa juga dimanfaatkan perusahaan untuk merestrukturisasi utangnya yang semula berbunga tinggi dengan sumber dana berbunga lebih rendah. Hal ini akan sangat membantu perusahaan dalam menekan biaya produksinya.&lt;br /&gt;Penurunan suku bunga diharapkan bisa lebih menggerakkan mesin-mesin ekonomi. Komponen biaya dana saat ini masih menjadi beban perusahaan yang cukup signifikan, sehingga penurunan suku bunga bisa memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk mengekspansi usaha. Kita tentu berharap semuanya bisa berjalan sesuai skenario.&lt;br /&gt;Source : Bisnis Indonesia 08 Dec-06&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-4688106650747918319?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/4688106650747918319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=4688106650747918319&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/4688106650747918319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/4688106650747918319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/dampak-psikologis-bi-rate.html' title='Dampak psikologis BI Rate'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-873351850333176964</id><published>2006-12-08T12:35:00.001+08:00</published><updated>2006-12-08T12:49:08.615+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religion'/><title type='text'>"SARAPAN BERSAMA YESUS"</title><content type='html'>Yohanes 21:12Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ad adi antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.&lt;br /&gt;RENUNGAN&lt;br /&gt;Biasanya aku sarapan dengan 2 potong roti ditambah selai dan secangkir teh. Lalu, aku beangkat kerja. Makanan itu cukup menopangku untuk mengawali aktivitasku. Namun, sepanjang hari itu aku masih membutuhkan makanan lain sepanjang hari itu, jika aku ingin bekerja dengan baik.Hal yang sama berlaku untuk kerohanian kita. Sering kali kita begitu sibuk, sehingga tidak punya waktu bersama dengan Allah. Akhirnya, kerohanian kita terganggu. Kita perlu mengawali hari dengan memberi waktu dengan Tuhan. Aku mengawali hariku dengan berdoa saat menyetir selama perjalanan ke kantor.Di dalam Yohanes 21 diceriterakan bahwa para murid telah bepergian sepanjang malam melakukan pekerjaan yang telah biasa mereka lakukan, yaitu menangkap ikan. Tetapi, mereka tidak berhasil menangkap seekor ikanpun, hingga Yesus datang. Ia mengatakan kepada mereka apa yang harus mereka lakukan. Karena taat, mereka menangkap 153 ikan. Ketika mereka tiba di tepi pantai, Yesus telah menyiapkan sarapan, dan menunggu mereka. Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah."Setiap hari Allah menawarkan kepada kita undangan yang sama.Marilah kita mengambil waktu setiap hari untuk menyantap firman Tuhan, dan berbicara kepada-Nya. Jika kita melakukannya, maka kebutuhan jiwa kita akan terpenuhi.&lt;br /&gt;Doa:Tolonglah kami, Tuhan, untuk membaca firman-Mu dengan setia, dan datang kepada-Mu untuk mendapatkan kekuatan setiap hari. Amin.&lt;br /&gt;Pokok pikiran:Pemeliharaan kerohanian adalah awal yang sempurna untuk memulai setiap hari.&lt;br /&gt;Doa syafaat:Mereka yang lapar.&lt;br /&gt;* Saat Teduh BPK Gunung Mulia - Jakarta - Indonesia, Jum'at 8 Desember 2006; -Johns Harrold (Gwent, Wales) *&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-873351850333176964?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/873351850333176964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=873351850333176964&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/873351850333176964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/873351850333176964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/sarapan-bersama-yesus.html' title='&quot;SARAPAN BERSAMA YESUS&quot;'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-3749386787553916911</id><published>2006-12-08T12:35:00.000+08:00</published><updated>2006-12-08T12:50:51.775+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Itu Menyedihkan! Itu Menyenangkan! Itulah Hidup</title><content type='html'>Materi oleh: Chuck Gallozzi&lt;br /&gt;Berikut ini adalah sebuah cerita yang mengandung kebijaksanaan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYEDIHKAN, ITULAH HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, seorang petani miskin terbingung-bingung menerima kenyataan karena kudanya telah mati semalam. "Menyedihkan sekali," tetangganya berkata. "Bagaimana kamu akan mengolah tanah yang keras ini tanpa kudamu?" tanya tetangganya. "Itulah hidup," sahut petani kepada tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYENANGKAN, ITULAH HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, seorang juragan yang kaya raya dari desa lain mendengar kabar tentang kuda itu. Juragan itu pun jatuh kasihan dan menghadiahi si petani dengan seekor kuda yang baru. "Menyenangkan sekali!" kata tetangganya tadi. Sekali lagi, si petani hanya berkata, "itulah hidup."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYEDIHKAN, ITULAH HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam dua bulan kemudian, karena ketakutan saat terjadi hujan badai yang disertai petir dan angin kencang, kuda itu melompati pagar dan melarikan diri ke gunung. Sekali lagi, si petani harus kehilangan kudanya. Tetangganya mengomentari lagi, "Menyedihkan sekali, sekarang bagaimana?" Petani itu berkata pendek, "itulah hidup."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYENANGKAN, ITULAH HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kurang dari tiga bulan kemudian, dengan mengejutkan orang sedesa, kuda itu kembali lagi ke kandang si petani. Hanya saja, kuda itu tidak kembali sendirian, melainkan datang bersama dengan seekor kuda lain yang terlihat begitu gagah. Sekarang petani itu punya dua kuda!&lt;br /&gt;Kini, si petani dapat memanfaatkan satu kuda dan anaknya memanfaatkan kuda yang lain. Keluarga petani itu bisa panen dengan hasil dua kali lipat lebih banyak dari pada panen sebelumnya. Tetangga petani itu benar-benar tercengang dengan keberuntungannya. "Menyenangkan sekali!" komentarnya seperti biasa. Dan lagi-lagi: "Itulah hidup."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYEDIHKAN, ITULAH HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Musim dingin segera tiba. Para petani tak lagi bisa mengolah tanah yang dingin dan membeku.&lt;br /&gt;Anak petani berpikir, itu adalah saat yang tepat untuk menunggangi kudanya berkeliling desa. Anak petani itu pun menaiki kudanya. Tapi sayangnya, ia tak cukup kuat dan pandai menunggangi kuda yang gagah dan perkasa. Ia terlempar jatuh, terluka, dan mengalami patah di kakinya. Tetangga petani itu berkomentar, "menyedihkan sekali!". "Sekarang anakmu cacat", tambahnya lagi. Petani itu menjawab, "itulah hidup."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYENANGKAN, ITULAH HIDUP&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saat musim semi tiba, datanglah seorang perwira militer ke desa itu. Dia mengambil semua pemuda yang sehat raganya, untuk ikut berperang di provinsi tetangga. Akibatnya, hampir semua pemuda dari desa itu tewas dalam peperangan.&lt;br /&gt;Tetangga petani itu berujar lagi, "alangkah beruntungnya anakmu yang cacat itu. Ia tetap selamat bersamamu." Petani itu berterimakasih kepada tetangganya, kemudian ia berkata "itulah hidup."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TERIMALAH HIDUP "APA ADANYA", BUKAN "ADA APANYA"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas terus diceritakan dari generasi ke generasi. Mengapa? Karena cerita itu adalah mikrokosmos dari kehidupan. Hanya dengan beberapa paragraf, adalah sangat mungkin bagi kita untuk menarik pelajaran penting dari prinsip kehidupan.&lt;br /&gt;Sesuatu yang baik bisa muncul dari sesuatu yang buruk. Tak usahlah Anda terlalu sedih, jika Anda tak tahu akan bagaimana akhir dari semua yang Anda alami. Begitu pula, sesuatu yang buruk bisa muncul dari sesuatu yang baik. Janganlah Anda terlalu senang dengan gelimang segala senang yang Anda rasakan saat ini.&lt;br /&gt;Prinsip terpenting dari moralitas cerita di atas adalah, kita tidak akan pernah tahu kapankah keadaan kita akan baik atau buruk. Hanya waktu yang akan mengatakannya. Jadi, bagaimanakah kita harus memperlakukan hidup ini? Dengan tangan terbuka. Terimalah berbagai hal sebagaimana adanya. Terimalah semua hal "apa adanya", bukan "ada apanya".&lt;br /&gt;Satu cara untuk mengekspresikan prinsip di atas, adalah begini:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Pada akhirnya, segala sesuatu akan menjadi baik. Jika sesuatu tidak baik sekarang, maka itu bukan akhir segalanya."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak dari kita, buta akan kehidupan. Obat kebutaan itu bukanlah 'sight' akan tetapi 'insight'. Lihatlah ke dalam. Untuk itu, tidak diperlukan mata, melainkan mata hati. Semuanya hanya perlu dimengerti. Semuanya hanya perlu dimengerti dengan prinsip-prinsip kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;APA YANG TERLIHAT TIDAK SEPERTI YANG TERLIHAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Misalnya, "apa-apa tidak seperti penampakannya." Sesuatu yang terlihat baik, mungkin sebenarnya buruk. Begitu pula sebaliknya, apa yang terlihat buruk bisa jadi baik.&lt;br /&gt;Perspektif, persepsi, sudut pandang, atau sikap kita, tidak semestinya di dasarkan pada data dari panca indera. Tidak semestinya juga didasarkan pada penampilan atau penampakan. Semestinyalah, cara kita melihat hidup didasarkan pada cahaya ilmu, pengetahuan dan pemahaman.&lt;br /&gt;Pertimbangkan ini: menghakimi orang lain adalah seperti mengemudi kendaraan. Kita marah karena lampu mobil mereka menyilaukan mata kita, padahal lampu mobil kita sendiri mungkin lebih menyilaukan mata mereka.&lt;br /&gt;Jika kita mau menerapkan pemahaman ini, maka kita akan berhenti merasa diserang oleh berbagai tampilan. Kita tidak melihatnya dengan mata, tapi dengan mata hati kita.&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa kebahagiaan tidak datang dari posisi tertentu, melainkan dari disposisi tertentu. Kebahagiaan bukan soal altitude melainkan attitude. Bukan tentang ketinggian posisi, melainkan keluhuran budi. Hanya itulah yang membedakan kebahagiaan dari kesedihan dan duka lara, kesehatan dari sakit, dan kesuksesan dari kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYENANGKAN DAN MENYEDIHKAN, ITULAH HIDUP&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pertimbangkanlah poin-poin berikut ini:&lt;br /&gt;Mawas dirilah tentang persepsi Anda akan kehidupan. Apakah Anda selalu senang, berbahagia dan merasakan kenikmatan? Jika tidak, berhentilah mengeluh karena itu tidak produktif. Berupayalah untuk mengerti bahwa persepsi tidak datang dari luar melainkan dari dalam. Jika Anda tidak berbahagia, persoalannya ada pada diri Anda. Bukanlah dunia yang tidak berbahagia, melainkan Andalah yang tidak berbahagia. Itu artinya, bukan dunia yang perlu diubah melainkan Andalah yang harus berubah.&lt;br /&gt;Bagaimana Anda bisa berubah? Mulailah dengan menemukan kenyataan, akan adanya seribu satu jalan untuk menginterpretasikan berbagai kejadian. Anda punya kekuatan untuk memilih satu, dari tak terbatasnya sudut pandang. Pilihlah sudut pandang yang positif dan konstruktif. Berhentilah dengan segala reaksi otomatis seperti selama ini. Belajarlah untuk berhenti dan berpikir sejenak sebelum bertindak. Lihatlah dunia dengan cahaya alasan dan penyebab, jangan hakimi ia karena penampilannya.&lt;br /&gt;Sadarilah, saat Anda memilih untuk melihat dunia dengan kaca mata yang berbeda, Anda akan merasa berbeda. Dan saat Anda merasa berbeda, Anda akan bertindak berbeda. Untuk menjadikan dunia ini pink bagi Anda, caranya mudah saja: Pakailah kacamata berwarna pink.&lt;br /&gt;Memutuskan untuk berubah belumlah cukup. Janganlah berhenti hanya pada niat baik. Akhirilah dengan tindak lanjut. Make a plan and complete what you begin.&lt;br /&gt;Mengembangkan kebiasaan baru selalu perlu upaya. Jangan berhenti hanya karena kendala. Gandhi mengatakan, "effort brings discomfort."&lt;br /&gt;Saat menghadapi kesulitan, ingatlah bahwa itu tidak datang dari nasib buruk atau takdir acak. Nasib tidaklah buruk, dan takdir tidaklah asal-asalan. Andalah yang buta. Bagaimana Anda bisa melihat hari ini, sesuatu yang baru akan terjadi besok?&lt;br /&gt;Jadilah petani miskin, dan katakan: "Itulah hidup."&lt;br /&gt;Ikhwan SopaTrainer EDAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-3749386787553916911?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/3749386787553916911/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=3749386787553916911&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/3749386787553916911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/3749386787553916911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/itu-menyedihkan-itu-menyenangkan-itulah.html' title='Itu Menyedihkan! Itu Menyenangkan! Itulah Hidup'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-9000206593435800181</id><published>2006-12-07T14:55:00.000+08:00</published><updated>2006-12-07T15:14:47.631+08:00</updated><title type='text'>Jalur Bus Way = Tol khusus motor</title><content type='html'>Jika anda tinggal di sekitar Cengkareng, Kalideres, terus ke arah Tangerang, setiap pagi atau mungkin setiap saat jika anda menuju arah Grogol, anda akan mengalami kemacetan di 2 titik yang teramat parah, yaitu Jembatan Gantung dan Perempatan Pesing.&lt;br /&gt;Ratusan kendaraan dari arah Tangerang, Kalideres dan cengkareng sekitarnya, baik roda 2 atau 4 bergerak menuju Grogol, setiap hari, hal ini diperparah lagi dengan terbelahnya/ terpakainya sebagian jalan untuk jalur Bus Way.&lt;br /&gt;Oleh sebab keadaan macet yang sedemikian parah, banyak para pengguna sepeda motor menggunakan jalur Bus Way yang lancar, sebagai alternatifnya walaupun cukup berbahaya, dikarenakan kemungkinan tertabraknya oleh Bus Transjakarta tersebut.&lt;br /&gt;Hal ini tak dapat dihindari karena macet yang sedemikian parahnya, sementara jalur Bus Way lancar-lancar saja.&lt;br /&gt;Dengan demikian layaklah jalur Bus Way sebagai jalur tolnya sepeda motor (khusus Cengkareng - Pesing), cuma saran saya berhati-hati dan sabarlah teman, semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-9000206593435800181?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/9000206593435800181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=9000206593435800181&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9000206593435800181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/9000206593435800181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/jalur-bus-way-tol-khusus-motor.html' title='Jalur Bus Way = Tol khusus motor'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1027509703601815892.post-8168722842571069467</id><published>2006-12-05T00:54:00.000+08:00</published><updated>2006-12-06T14:26:22.248+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>The Wedding</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/RXZBrkA7ZhI/AAAAAAAAAAU/er6-lXpNoYg/s1600-h/DSC_0357.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5005260252526634514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/RXZBrkA7ZhI/AAAAAAAAAAU/er6-lXpNoYg/s320/DSC_0357.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tanggal 12 November 2006 adalah tanggal dimana saya menapakan kaki pada suatu langkah kehidupan yang bernama pernikahan, melalui perjalanan panjang dan cukup berliku selama pacaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pernikahan menurut saya adalah sebuah tanggung jawab, tanggung jawab atas seorang anak manusia yang bernama istri dan juga tentunya kepada Yang Maha Kuasa, yang mana kita telah berjanji, serta sebuah lembaga pernikahan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menikah merupakan suatu kewajiban kita sebagai hamba Allah, guna memenuhi perintahnya, agar hidup kita berkenan dan diberkati karena tidak / jangan sampai berzina.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Memang banyak dan ada saja halangannya, seperti biaya yang terus bertambah, keperluan tempat tinggal, dan lain-lain, tapi yakinlah, kalau hidup kita benar semua itu akan ada jalannya, maju aja terus yakinlah Yesus beserta kita.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://www.tempointeraktif.com/hg/rss/olahraga_TI.xml&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1027509703601815892-8168722842571069467?l=thio-sunaryo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/feeds/8168722842571069467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1027509703601815892&amp;postID=8168722842571069467&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/8168722842571069467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1027509703601815892/posts/default/8168722842571069467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thio-sunaryo.blogspot.com/2006/12/wedding.html' title='The Wedding'/><author><name>Thio Sunaryo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11498007651953191924</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_4HMG8ssqL2o/RXZBrkA7ZhI/AAAAAAAAAAU/er6-lXpNoYg/s72-c/DSC_0357.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
